oleh

Rute 113 Km Ongkos Cuma Rp3.500, Gubernur DKJ Pramono Jelaskan Kenapa Tarif Bus Transjabodetabek Sangat Murah

JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung menjelaskan kenapa tarif Bus Transjabotabek bisa murah sekali? Bayangkan, rute sepanjang lebih dari 100 kilometer ongkosnya cuma Rp 3.500, bahkan kalau jam 05.00 sampai 06.00 tarifnya turun lagi menjadi Rp 2.000.

“Banyak pihak yang bertanya, kok bisa murah sekali? Maka saya jelaskan bahwa semua rute Transjabodetabek itu banyak subsidinya. Untuk satu penumpang, kami berikan subsidi sebesar Rp 11.500, sehingga penumpang bisa menikmati bus yang nyaman dengan harga super murah,” ujar Gubernur Pramono di Jakarta, Kamis (22/6).

Pramono menjelaskan bahwa Pemprov Jakarta melalui PT Transjakarta Dalam memberikan layanan transportasi yang terjangkau dan nyaman untuk masyarakat. “Pemprov Jakarta mengalokasikan subsidi sebesar Rp11.500 per penumpang untuk Transjabodetabek yakni bus yang melayani rute dari Jakarta ke sejumlah daerah penyangga meliputi Bodetabek,” paparnya.

Menurutnya, harga tiket normal bus Transjabodetabek sebenarnya sebesar Rp15.000. Untuk menarik penumpang sebanyak-banyaknya demi mengurangi kemacetan, diberikan subsidi yang besar.
“Besaran subsidi tersebut berlaku untuk seluruh jalur Transjabodetabek yang ada saat ini, termasuk jalur-jalur baru yang telah dibuka. Contohnya rute baru Blok M – Bogor yang jaraknya 113 Km, tarifnya sama dengan Blok M – Wada Bekasi, Grogol – BSD, dan lainnya,” jelas Pramono.
Trayek baru yang ditargetkan sehari 3.000 penumpang ternyata tembus 5.000 penumpang. Bahkan tiap week end bisa mencapai 6.000 sampai 7.000 penumpang.

Saat ini, Pemprov DKJ tengah mempersiapkan secara matang perluasan jalur Transjabodetabek ke wilayah penyangga Jakarta, seperti Bodetabek bahkan nanti sampai Cianjur. “Perluasan layanan operasional ini mengakomodir tingginya permintaan dari daerah-daerah tersebut untuk membuka jalur transportasi publik yang terintegrasi dengan Jakarta,” ungkap Pramono.

Pembukaan jalur-jalur baru Transjabodetabek menurut Pramono tidak akan mengurangi penumpang atau mengganggu layanan Transjakarta yang sudah ada di dalam kota. “Tidak benar bahwa pembukaan jalur-jalur ini mengurangi jalur yang ada,” kilahnya menanggapi adanya keluhan ukuran bus Transjakarta yang semakin kecil di jalur-jalur yang sudah ada pasca-pembukaan jalur baru Transjabodetabek. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *