oleh

Polres Bogor Ungkap Perdagangan Orang di Puncak, Tiga Orang Ditangkap

POSKOTA.CO – Kasus perdagangan wanita untuk di eksploitasi diungkap Polres Bogor. Tiga orang pelaku ditangkap. Kemudian 14 wanita yang menjadi korban diselamatkan.

Baik para korban maupun para pelaku ditangkap saat berada di Vila Joke di Kampung Binataruna, RT 001/005, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupatdn Bogor.

Penangkapan seorang perempuan yang disapa HA alias Mamah Miang (41) dan dua pria masing-masing AN alias Kepo (29) dan
Hi alias Beke (33) atas laporan masyarakat.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan, empat belas orang yang diselamatkan polisi didapat keterangan, jika 12 masih gadis. Sedangkan dua lagi sudah berstatus janda.

Mereka masing-masing, LI (15), RF (18), NA (18), IM (21), MI (18), DS (19), DA (22), SD (25), TR (26), SR (20), AI (28), DR (22). Sementara WU (17) dan MM (17) sudah berstatus janda.

Masih menurut AKBP Roland, polisi juga menyita 17 ponse, 2 kondom merek Sutra, 6 kondom merek Arjoena, 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam dan uang tunai senilai Rp2 juta.

Hasil pemeriksaan sementara, pelaku merekrut korban dengan iming-iming kerja. Korban yang berhasil dirayu, oleh pelaku disiapkan tempat atau mess di daerah Cianjur.

“Korban yang ditampung di mess ini, oleh para pelaku, lalu ditawarkan ke lelaki hidung belang. Setelah dapat, pelaku mengantar korban untuk dijual di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Tujuan eksploitasi seksual pelaku ini, untuk mendapatkan uang,” kata AKBP Roland.

AKBP Roland yang dimutasi jabatannya ini mengatakan, pengungkapan ini berdasarkan informasi dari warga masyarakat yang mengaku bahwa di daerah Puncak ada penjualan orang untuk diekploitasi seksualnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian kepolisian mendapatkan korban yang sedang dieksploitasi seksualnya di dalam kamar sebuah vila, sehingga kepolisian langsung mengamankan pelaku HI.

“Saat ditangkap, HI sudah melakukan transaksi menjual korban. Selanjutnya kepolisian melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya yang mencoba melarikan diri dan berhasil diamankan di daerah Cianjur yaitu HA dan AN,” ujar AKBP Roland.

Perbuatan tindak pidana perdagangan orang oleh pelaku dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan cabul oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan dan atau barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencahanan, sudah memenuhi Pasal 2 UU Trafficking No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 296 KUHPidana jo Pasal 506 KUHPidana. Pasal UU No 2 TP Perdagangan Orang, pidana penjara minimal 3 tahun atau maksimal 15 tahun.

Untuk masing-masing korban dipasarkan dengan tarif Rp2 juta ke pelanggan. Dari nilai transaksi ini, Rp600 ribu untuk sewa vila. Sedangkan korban mendapat Rp1,2 juta sebagai haknya. Sisanya diambil germo.

“Mereka korban tahu mereka diperdagangkan. Dari 14 korban ada dua wanita yang di bawah umur itu semua sudah diamankan, sampai dengan saat ini akan terus kita kembangkan kita bersihkan wilayah Bogor Puncak ini dari kejahatan seperti ini. Korbannya bukan pelajar,” ujar AKBP Roland sambil menambahkan, modus pelaku memasarkan korban lewat handphone oleh karena itu kita amankan handphone. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *