POSKOTA.CO – Sudah lebih 40 hari kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat belum juga terungkap siapa pelakunya. Polisi belum bisa mengungkap pelaku pembantai korban Tiuti Suhartini (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23).
Malah, Sabtu (2/10/2021), polisi terpaksa membongkar kembali kedua makam korban untuk dilakukan otopsi ulang. Kini Tim Bareskrim Polri iku membantu Polda Jabar dan Polres Subang melakukan autopsi kedua jasad di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang.
Kapolres Subang AKBP Sumarini mengatakan autopsi dilakukan selama tiga jam dari pukul 14.00 WIB. “Tadi sore tim dari Bareskrim kurang lebih 10 personel melakukan autopsi secara detail. Namun apa saja yang diperiksa saya belum tahu rinciannya,” kata Sumarini kepada wartawan, Sabtu (2/10) malam.
Autopsi dilakukan secara tertutup di dalam tenda hitam agar tidak terlihat oleh publik. Polres Subang mengamankan area pemakaman. Ini merupakan autopsi yang kedua. “Sebelumnya autopsi sudah dilakukan 18 Agustus lalu di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, beberapa jam setelah pembunuhan,” ujarnya.
Waryana, petugas penggali kubur, menceritakan polisi memintanya meninggalkan lokasi setelah menggali bersama empat temannya. “Kuburan kita bongkar, jenazah kita angkat diletakkan di meja. Setelah itu kami diminta keluar (tenda). Saya tidak tahu apa yang dikerjakan di dalam,” kata Waryana.
Waryana menjelaskan jasad Tuti yang pertama diangkat, kemudian Amelia. Ia harus menutup hidung karena aroma tak sedap hingga radius beberapa meter. “Kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat,” ujarnya.
Polisi telah memeriksa Yosef Hidayah, suami korban Suhartini, Mimin, Yoris, Danu, Ujang, dan saksi-saksi lainnya. Namun pelaku belum terungkap juga.(omi/sir)







Komentar