oleh

KPK Kembali Periksa Aktor Rudy Wahab Terkait Kasus Suap Mantan Bupati Bogor

POSKOTA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil aktor lawas Rudy Wahab. Pemanggilan Rudy pada Kamis (12/11/2020) ini merupakan pemanggilan ketiga kalinya.

Ia di panggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus korupsi pemotongan uang dan gratifikasi dengan tersangka Bupati Bogor 2008-2014 Rachmat Yasin.

“Rudy dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Rachmat Yasin,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan.

Ali Fikri mengatakan, selain Rudy, KPK juga memanggil dua saksi lain. Mereka adalah pemohon izin pengelola pesantren HMN Lesmana dan seorang lagi bernama Muhamad Suhendra.

Sebelumnya, pada Senin (9/11/2020) dan Jumat (17/7/2020), penyidik KPK juga telah meminta keterangan Rudy dalam penyidikan kasus tersebut. Penyidik mengonfirmasi Rudy mengenai gratifikasi dalam bentuk hibah tanah kepada tersangka RY, sapaan akrab Rachmat Yasin.

“Penyidik mengonfirmasi Pak Rudy soal proses pemberian hibah tanah tersebut. Apakah akan ada tersangka baru, karena saksi Rudy sudah dipanggil untuk yang ketiga kalinya, kita tunggu saja,” kata Ali singkat.

Berdasarkan data, RY diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Nilai potongan sangat fantastis yakni mencapai Rp8,93 miliar.

Namun saat kasus ini terungkap, RY telah mengembalikan uang tersebut ke KPK pada Kamis 13 Agustus 2020.

Guna menguatkan dakwaan dan bukti, KPK pada Senin (10/8/2020) telah melakukan pengeledahan Kantor Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Bogor. Semua dokumen tanah/letter C di desa diambil untuk diperiksa.

KPK sudah menetapkan RY, bupati Bogor periode 2009-2014, sebagai tersangka dalam dua kasus gratifikasi.

RY diduga menerima gratifikasi, yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire.

Dalam kasus penerimaan gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare, KPK mengungkapkan bahwa RY sengaja meminta kepada anak buahnya untuk memeriksa satu bidang tanah seluas 350 hektare.

“Pada tahun 2010 seorang pemilik tanah seluas 350 hektare yang terletak di Desa Singasari dan Desa Cibodas, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor ingin mendirikan Pondok Pesantren dan Kota Santri. Untuk itu pemilik tanah berencana akan menghibahkan tanahnya seluas 100 hektare agar pembangunan pesantren terealisasi,” ucap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar membacakan kutipan kronologi kasus tersebut.

Pada pertengahan tahun 2011, Rachmat Yasin melakukan kunjungan lapangan di sekitar lokasi tanah tersebut. Melalui perwakilannya, RY menyampaikan ketertarikannya terhadap tanah tersebut.

RY juga meminta bagian agar tanah tersebut juga dihibahkan untuknya. Pemilik tanah kemudian menghibahkan atau memberikan tanah seluas 20 Ha tersebut sesuai permintaan RY yang berkuasa saat itu.

Gratifikasi ini, agar memperlancar perizinan lokasi pendirian pondok pesantren dan kota santri.

Rachmat Yasin sendiri merupakan terpidana kasus korupsi. Ia baru bebas pada 8 Mei 2019. Kasus suap yang menyeret mantan Ketua DPD PPP Jabar ini ke LP Sukamiskin Bandung, ini berupa rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor tahun 2014 atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare.

RY yang juga mantan ketua DPRD Kabupaten Bogor ini divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Ia masuk sel prodeo, setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 7 Mei 2014.

KPK juga memproses FX Yohan Yap (swasta), M Zairin (Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor) dan Kwee Cahyadi Kumala, Komisaris Utama PT Jonggol Asri dan Presiden Direktur PT Sentul City. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *