oleh

Kajari Depok: Ada Dua Kasus Dugaan Korupsi di Damkar Naik ke Penyidikan

POSKOTA. CO – Kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok yang ditangani pihak kejaksaan negeri (Kajari) Depok kini sudah masuk dalam penyidikan karena ditemukan peristiwa pidana dalam kasus tersebut.

“Hasil pemeriksaan di Kejari Depok kasus dugaan korupsi Damkar Kota Depok ditemukan dua kasus yang sudah naik dalam penyidikan yaitu terkait adanya pemotongan gaji dan tentang pengadaan sepatu PDL 2018,” tegas Kepala Kejari Kota Depok Sri Kuncoro, kepada wartawan, usai pisah sambut Kasi Intel lama Herlangga Wisnu kepada Kasi Intel baru Andi, di Aula Kejari Kota Depok, Jumat (17/9).

Terkait apakah Kejari Depok sudah menetapkan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Damkar Depok? Dengan tegas Kajari Depok Sri Kuncoro, mengatakan sampai saat ini tersangka belum ada yang ditetapkan karena pihaknya masih mengumpulkan alat bukti dan barang bukti terkait kedua kasus tersebut.

“Tersangka belum ada. Kalau soal kemudian beberapa orang yang kita anggap potensial untuk dijadikan tersangkanya, iya,” ujarnya.

Bila telah masuk dalam penyidikan, imbuh dia, tentu ya Jaksa penyidik akan langsung fokus kepada beberapa oknum potensial tersangka dalam kasus ini dengan mengumpulkan alat bukti dan barang buktinya.

Melihat sejumlah kasus yang ditangani pihak Kejari Depok jika sudah masuk ke tingkat penyidikan, melakukan pemeriksaan dan fokus kepada orang yang berpotensi terkait masalah itu. ” Biasanya penetapan tersangkanya tidak akan lama dari itu,” tegasnya lagi.

Jajarannya dalam bertugas akan taat kepada KUHAP terkait penyelidikan dan penyidikan kasus Dinas Damkar ini. Jaksa penyidik kini tengah fokus mengumpulkan alat bukti seperti keterangan saksi, dokumen, surat dan keterangan ahli serta barang bukti untuk menetapkan tersangka.

“Kita kumpulkan dulu alat bukti dan barang bukti secara profesional dan proporsional sebelum menetapkan tersangka,” tutur Sri.

Sebelumnya, Kejari Depok sudah beberapa kali melakukan ekspos ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk mempertebal keyakinan Kejari Depok terkait temuan dugaan adanya tindak pidana korupsi pada Dinas Damkar Depok yang sedang didalami.

Kasus dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang dan mark up pada Dinas Damkar Depok merupakan hasil pemeriksaan dan pengembangan dari Seksi Intel Kejari Depok sejak Mei 2021 dipimpin Herlangga Wisnu dan hasil pemeriksaan di seksi intel menemukan adanya perbuatan melawan hukum (PMH) pada kasus pengadaan sepatu PDL 2018, pemotongan insentif Covid-19 dan pemotongan gaji honorer pada Dinas Damkar. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *