oleh

Bakamla RI Gandeng Korea Coast Guard Selamatkan 8 WNI Dari Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang

JAKARTA –  Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, dan Korea Coast Guard (KCG) berhasil menyelamatkan delapan anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dari dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Perairan Korea Selatan.

Upaya penyelamatan ini berawal dari laporan masyarakat yang diterima Bakamla RI. Salah satu keluarga korban,  AD, melaporkan kejanggalan yang dialami kerabatnya, CW, yang bekerja di sebuah kapal asing milik perusahaan Korea Selatan berinisial YMI. CW mengaku mendapat perlakuan yang tidak wajar selama penugasan, termasuk diperintahkan melakukan bongkar muat di tengah laut menggunakan kapal lain.

Kecurigaan semakin menguat ketika aktivitas tersebut terpantau oleh Angkatan Laut Korea Selatan. Mereka memberikan peringatan tegas kepada pihak kapal agar menghentikan praktik ilegal itu. Menyadari tindakan  melanggar hukum tersebut, para ABK WNI menolak melanjutkan pekerjaan dan meminta dipulangkan ke Tanah Air.

Menanggapi laporan itu, Bagian Humas Bakamla RI bergerak cepat. Informasi langsung dilaporkan secara berjenjang hingga ke Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah. Kepala Bakamla memerintahkan Direktorat Kerja Sama Bakamla RI untuk segera melakukan koordinasi internasional demi memastikan keselamatan para ABK.

Kerja sama lintas lembaga pun terjalin. Bakamla RI berkoordinasi intens dengan KCG, dibantu oleh Protokol dan Konsuler KBRI Seoul, Atase Pertahanan KBRI Seoul, serta Direktorat Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Hasilnya, dalam waktu singkat, kedelapan ABK berhasil dievakuasi dengan aman. KKini, seluruh korban telah tiba di Indonesia dalam kondisi selamat. Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara aparat keamanan laut, perwakilan diplomatik, dan otoritas setempat dalam melindungi warga negara Indonesia di luar negeri. “Keselamatan dan perlindungan WNI di luar negeri adalah prioritas utama kami,” ujar Kepala Bakamla RI di Jakarta, Rabu (13/8). (aga/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *