oleh

20 Pengedar Narkoba Dibekuk, Sabu 2,2 Kg dan Ganja 1,5 Kg Disita

POSKOTA. CO – Sebanyak 20 pengedar narkoba dibekuk Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota. Dari para tersangka yang kini menjalani pemeriksaan, polisi menyita 2,2 kilogram Sabu dan 1,5 kilo ganja.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penangkapan jaringan narkoba yang meresahkan ini, anggotanya perlu waktu berminggu-minggu di lapangan.

“Kerja keras Satnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil membekuk 20 orang pelaku tindak kejahatan narkoba bersama barang bukti,” kata Kombes Susatyo di dampingi Kasat Reserse Narkoba, Kompol Agus Susanto kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Pengungkapan barang terlarang diawal tahun 2022 ini, cukup besar. Menurut Kombes Susatyo, ada beberapa kasus menonjol.
Pertama tersangka TB Rahman Hidayat (36) ditangkap petugas di perumahan Chitoh Cibumbulang Kabupaten Bogor, dengan barang bukti 5 ons sabu.

Pengembangan, polisi menangkap persangka kedua Deni Syaifulloh (33) ditangkap dalam razia lalu lintas. Tersangka berikutnya Mulyadi (26) ditangkap di perumahan Ciomas Permai, dengan barang bukti 1 kilo gram sabu.
Keterangan Mulyadi, anggota kembali menangkap Doni Setiawan diseputar terminal Barangsiang dengan barang bukti 1,5 Kg sabu.

“Ditangkapnya sejumlah pelaku menunjukan komitmen Polisi dalam mencegah peredaran narkoba di Kota Bogor. Hasil pengungkapan terdapat 16 kasus sabu dengan 18 orang tersangka dan ganja dua kasus dengan dua tersangka,”ujar Kombes Susatyo Selasa (25/1/2022).

Barang bukti baik sabu maupun ganja menurut Kapolresta di belah tersangka menjadi 211 paket sabu dengan berat 2.24 kilogram dan 37 paket ganja dengan berat 1,46 kilogram.

Para pelaku ditangkap di enam kecamatan di Kota Bogor dan satu kasus di Kabupaten Bogor hasil pengembangan petugas.
Mereka masing-masing IF (30), MR (25), EA (27), SP (29), Fir (52), Di (30), MP (27), YP (25), Mul (26) AA (23), SR (21), MM (21), DS (21), EBP (39), HHF (49), MAA (31).

Para tersangka kata Kombes Susatyo, beroperasi di Bogor Raya yakni Bogor Kota dan Kabupaten Bogor serta Cianjur.
Modus para pelaku masih sama yakni model adres, shelter terputus, antara penjual dan pembeli menentukan titik tertentu.

Para tersangka yang kini menjalani penahanan di Mapolresta Bogor Kota terancam Pasal 114 ayat 2 subsidier pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1 Undang undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Susatyo meminta masyarakat bila ada indikasi suatu daerah atau orang maupun barang dan kendaraan yang mencurigakan perdagangan gelap narkotika, segera memberi informasi ke polisi. (yopi/sir

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.