oleh

Prof. Nunuk Suryani Dirjen GTK Kemendikdasmen Raih Penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 dari IGI

JAKARTA-Ikatan Guru Indonesia (IGI) menganugerahkan penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. Penghargaan ini sebagai perwujudan atas apresiasi tertinggi dari para pendidik yang tergabung di dalam IGI dedikasi dan rekam jejak kepemimpinan yang berpihak penuh pada kesejahteraan guru.

“Anugerah Pendidikan Indonesia 2026 ini diberikan khusus kepada Ibu Nunuk Suryani yang kami nilai sebagai figur pelindung dan nakhoda yang memperjuangkan martabat para pendidik di Tanah Air,” kata Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah seusai menganugerahkan penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 kepada Prof. Dr. Nunuk Suryani M.Pd di Jakarta, Jumat (06/11/2026).

Menurut Danang, ada alasan yang fundamental mengapa Anugerah Pendidikan Indonesia tahun 2026 diberikan IGI kepada Ibu Nunuk Suryani. Pasalnya Nunuk dinilai sebagai  sosok nakhoda yang benar-benar telah menjadi payung pelindung pendengar yang baik dan nakhoda sejati bagi jutaan guru di Indonesia.

Penghargaan dari IGI ini merupakan representasi detak jantung serta untaian doa dari ratusan ribu guru di pelosok Tanah Air. Kepemimpinan Nunuk dinilai nyata menghadirkan solusi konkret dari berbagai keluh kesah guru di lapangan.

“Rekam jejak Ibu adalah monumen hidup dari sebuah keberpihakan yang nyata. Ibu telah membuktikan bahwa memimpin bukan sekadar duduk di balik meja kekuasaan melainkan turun ke bawah, memeluk guru yang menangis dan mengubah air mata para guru menjadi kebijakan yang berdampak. Terima kasih Prof. Nunuk atas kebesaran hati Ibu yang luar biasa ini. Ibu Nunuk, Ibu semua guru Indonesia,” sambung Danang.

Pengakuan Pertama yang Diterima Nunuk

Merespons penghargaan tersebut, Nunuk mengaku terharu dan bersyukur. Nunuk menyebut penghargaan ini memiliki tempat istimewa karena menjadi pengakuan pertama yang diterimanya langsung dari organisasi profesi guru.

“Ini adalah penghargaan pertama yang saya peroleh dari organisasi profesi. Mungkin kalau penghargaan dari yang lain sudah, tapi yang dari organisasi profesi, guru-guru yang dibawah tanggung jawab saya, ini yang pertama. Jadi terima kasih kepada IGI atas kepercayaan kepada saya dalam mengembang manah berat ini, yaitu Anugerah Pendidikan Indonesia,” ungkap Nunuk.

Nunuk menekankan, deretan capaian transformasi pendidikan bukan hasil kerja individu, melainkan sinergi seluruh jajaran Kemendikdasmen dan mitra strategis seperti IGI. Di hadapan para guru, ia memaparkan lompatan besar dalam pemenuhan hak-hak dasar pendidik, mulai dari akselerasi sertifikasi hingga kepastian status kepegawaian.

“Pada saat saya bergabung di Kemendikdasmen itu guru yang tersertifikasi itu baru 30 persen. Dan seharusnya sudah selesai tahun 2015. Nah saat ini seiring dengan waktu kita berpikir keras bagaimana caranya guru-guru ini bisa mendapatkan layanan dasarnya yaitu kesejahteraannya. Maka kita lakukan akselerasi hingga saat ini 2,7 juta guru sudah tersertifikasi,” papar Nunuk.

Ia juga menyoroti solusi pengangkatan guru honorer melalui skema ASN PPPK sejak 2021 yang kini telah menyentuh 1,3 juta guru, serta transformasi tata kelola guru menuju ASN pusat demi mencegah politisasi daerah. Nunuk berpesan agar IGI terus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal kemajuan ekosistem pendidikan nasional.

Nunuk mengungkapkan sampai saat ini pekerjaan berat untuk meningkatkan kesejahteraan guru belum selesai. Untuk itu Ia menilai penghargaan ini barulah awal untuk bekerja lebih keras lagi. Dan Nunuk berharap  IGI dan para guru dapat terus berjalan bersama Ditjen GTK unuk meraih hasil yang lebih baik lagi. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *