oleh

K.H. Anang Azharie Sebut Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Sejalan Surat An-Nisa Ayat 58

JAKARTA – Kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memimlin institusi Polri mendapat aprediasi dari Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Mizan Banten Dr. KH Anang Azharie Alie. Menjadi Kapolri adalah amanah besar yang menuntut kompetensi, integritas dan rasa keadilan tinggi demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Menurutnya, kepemimpinan kepolisian harus sejalan dengan firman Allah Swt dalam Surat An-Nisa ayat 58. Isi firman itu memerintahkan agar amanah diserahkan kepada ahlinya dan hukum ditegakkan secara adil.

Sebab, jabatan bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah Swt. “Amanah harus dipegang orang yang tepat dan dijalankan dengan penuh integritas,” ujar K.H. Anang, dalam rilis yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Minggu (18/10/2026).

Institusi strategis seperti Polri, kata K.H. Anang, membutuhkan perpaduan antara kemampuan profesional, kejujuran, keberanian moral dan kecakapan mengelola organisasi. Sebagai Kapolri harus memastikan kewenangan yang dimiliki dan digunakan untuk memberikan perlindungan, pelayanan serta kepastian hukum bagi masyarakat.

K.H.Anang mengutip hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhari terkait bahayanya menyerahkan urusan kepada pihak yang bukan ahlinya. Peringatan itu jadi pengingat bahwa ketepatan dalam mengemban amanah berpengaruh langsung terhadap keberhasilan organisasi dan kemaslahatan publik.

Untuk menjaga kualitas pelayanan kepolisian, pimpinan pondok pesantren itu mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan proporsional sekaligus menyampaikan kritik yang konstruktif. “Kompetensi harus berjalan bersama keadilan,” tegasnya.

Pemimpin, lanjut K.H. Anang, tidak harus sempurna, tetapi harus memiliki orientasi yang benar, cakap dalam bertindak, adil dalam mengambil keputusan dan terbuka terhadap evaluasi.

K.H. Anang berharap kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto senantiasa berpedoman pada nilai amanah, profesionalisme serta pendekatan humanis tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan seseorang.

Sebab, amanah bukan sekadar kehormatan untuk diterima, melainkan tanggung jawab untuk ditunaikan. “Semoga setiap pemegang amanah diberikan kebijaksanaan dan keteguhan untuk menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara,” imbuhny. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *