oleh

Dermaesthetics Academy Resmi Dibuka, Hadirkan Wadah Edukasi Profesional di Tengah Pesatnya Perkembangan Industri Estetika

JAKARTA — Berlokasi di Kawasan Bekasi Central Business District (BCBD), Dermaesthetics Academy resmi membuka pintunya sebagai pusat edukasi yang didedikasikan untuk pengembangan pengetahuan, kompetensi, dan keahlian di bidang estetika. Mengusung tema “Where Expertise Meets Aesthetic Innovation”, Dermaesthetics Academy menghadirkan rangkaian edukasi, talkshow, dan live treatment demonstration yang mempertemukan keahlian profesional dengan perkembangan inovasi di bidang estetika.

“Kita semua melihat bagaimana dunia estetika medis berkembang begitu cepat. Teknologi semakin maju, pilihan treatment semakin beragam, dan kebutuhan pasien semakin spesifik. Karena itu, sebagai dokter, kita tidak hanya dituntut untuk mengikuti perkembangan, tetapi juga untuk memahami ilmu dan menguasai teknik di balik setiap tindakan. Itulah yang menjadi dasar hadirnya Dermaesthetics Academy,” ujar dr. Lilik Norawati, Sp.DVE, FINSDV, FAADV selaku Kepala Program Studi Dermaesthetics Academy pada Grand Opening Dermaesthetics Academy, Senin (21/9/2026).

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak dapat berdiri sendiri. Penggunaan teknologi dan berbagai perkembangan dalam prosedur estetika harus disertai dengan pemahaman yang kuat mengenai anatomi manusia. “Kami percaya bahwa kemajuan teknologi harus berjalan bersama dengan pemahaman anatomi,” ujarnya.

Berdirinya Dermaesthetic Academy merupakan awal dari perjalanan sekaligus komitmen bersama untuk mendorong kemajuan pendidikan estetika medis di Indonesia. Akademi tersebut hadir dengan visi membangun pendidikan dermatologi estetik yang ilmiah, terstruktur, sekaligus aplikatif.

“Dermaesthetic Academy hadir untuk membangun pendidikan dermatologi estetik yang ilmiah, terstruktur, aplikatif. Terutama aplikatif. Yang kami akan ajarkan di sini adalah aplikatif, tidak hanya sekadar teori,” lanjut dr. Lili.

Menurutnya, kemampuan dokter dalam praktik tidak cukup hanya dibangun melalui pemahaman teori. Dokter juga membutuhkan keterampilan klinis yang dapat diterapkan dalam menghadapi kondisi nyata di lapangan. Karena itu, aspek praktik menjadi salah satu perhatian dalam sistem pendidikan yang akan dikembangkan oleh akademi tersebut.

Selain kompetensi teknis, keselamatan pasien atau patient safety juga menjadi salah satu prinsip utama yang akan dikedepankan Dermaesthetic Academy.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Dermaesthetics Academy Stiven Eli mengatakan pendirian akademi tersebut berangkat dari pengamatannya terhadap perkembangan pendidikan estetika medis di Indonesia. Menurutnya, saat ini tersedia banyak pelatihan estetika yang dapat diikuti dokter, termasuk pelatihan yang diselenggarakan secara gratis.

Namun, ia menilai terdapat tantangan ketika pola pendidikan terlalu berorientasi pada produk yang digunakan. “Kenapa kita bikin Derma Aesthetic Academy? Yang pertama, yang kita semua tahu, training di Indonesia ini ada banyak dan gratis. Karena adanya banyak dan gratis, lama-lama semua yang tersedia di luar ini mengikuti satu template,” ujar dr. Stiven.

Ia menjelaskan, sejumlah pelatihan yang tersedia selama ini kerap berangkat dari produk. Ketika sebuah produk diperkenalkan, materi pelatihan kemudian disusun berdasarkan cara penggunaan produk tersebut.

Menurut dr. Stiven, pendekatan tersebut pada dasarnya tidak keliru karena dokter memang perlu memahami produk dan prosedur yang digunakan dalam praktik. Namun, terdapat aspek mendasar yang tidak boleh ditinggalkan, yakni pemahaman mengenai bagaimana suatu produk bekerja ketika berinteraksi dengan struktur biologis manusia.

Ia mengakui, perkembangan layanan estetika medis di Indonesia sangat pesat. Kondisi tersebut, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pemahaman dan kompetensi dokter sehingga tidak muncul istilah ‘dokter tukang suntik’, untuk menggambarkan praktik yang terlalu mengandalkan hafalan prosedur.

Menurutnya, kemampuan menghafal titik penyuntikan dan mengikuti prosedur memang dapat menghasilkan tindakan yang baik dalam kondisi tertentu. Namun, pendekatan tersebut dapat menghadapi keterbatasan ketika dokter berhadapan dengan variasi anatomi pasien atau komplikasi yang tidak sesuai dengan skenario yang pernah dipelajari.

Untuk menggambarkan kondisi tersebut, dr. Stiven menggunakan analogi seseorang yang belajar memasak hanya dengan mengikuti resep. “Ibaratnya anak kos-kosan belajar masak, mengikuti resep. Dia tidak perlu tahu beras tipe apa. Dia bisa menghasilkan masakan yang baik,” tuturnya.

Namun, menurutnya dokter membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengikuti “resep” prosedur. “Hal baiknya jika pengaturan produk dibarengi dengan basic understanding,” katanya.

Konsep pendidikan yang dibawa Dermaesthetic Academy, lanjut dr. Stiven, justru diarahkan pada pemahaman mendasar. Ia tidak ingin menjadikan hafalan sebagai fondasi utama dalam melakukan tindakan estetika. “Kita haram sekali mengajar orang bagaimana menghafal,” tegasnya.

Edukasi yang Berlanjut ke Praktik

Tidak hanya menghadirkan sesi talkshow dengan dr. Stiven Eli, rangkaian acara opening Dermaesthetics Academy juga dilengkapi dengan kelas edukasi dan live treatment demonstration yang menghadirkan dr. Almond Wibowo, Biomed (AAM). Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai konsep dan prinsip dalam praktik estetika.

Kelas edukasi dan live treatment demonstration yang menghadirkan dr Almond Wibowo Biomed (AAM)

Sementara itu, sesi demo treatment memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana pengetahuan dan teknik diterapkan dalam praktik. Kombinasi antara teori dan praktik menjadi salah satu pendekatan yang dihadirkan Dermaesthetics Academy untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan aplikatif.

Membangun Masa Depan Dunia Estetika

Dengan semakin berkembangnya industri estetika, kebutuhan terhadap tenaga profesional yang memiliki pengetahuan dan kompetensi yang memadai juga semakin penting. Dermaesthetics Academy hadir untuk menjadi bagian dari perkembangan tersebut melalui program edukasi yang menghubungkan knowledge, expertise, technology, dan hands-on experience.

Dermaesthetics Academy — Where Expertise Meets Aesthetic Innovation.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *