oleh

Resmikan Kelas Jurnalis HAM, Menteri Pigai: Wartawan Harus Mampu Berdiri di Atas Daun Talas

BANDUNG – Wartawan merupakan profesi yang tidak mudah dan memiliki risiko keamanan yang cukup tinggi. Namun pekerjaan tersebut punya peran penting dalam menentukan arah pembangunan sekaligus memberikan informasi yang independen bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Menteri Hak Azasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai saat menyampaikan keynote speech sekaligus meresmikan kegiatan Kelas Jurnalis HAM. Program pembinaan yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 20 sampai 22 Mei 2026 di Bandung, Jawa Barat, diikuti 60-an wartawan dari media cetak maupun elektronik.

Bekerja sebagai wartawan dituntut daya juang yang tinggi dalam melakukan pekerjaan sekaligus menjaga eksistensi. “Ibaratnya jurnalis harus mampu berdiri di atas daun talas. Jurnalis harus ulet. Integritas dan independensi media sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat,” kata Pigai di kawasan Lembang, Bandung, Rabu (20/5). Dia terkesan sangat memahami kehidupan wartawan karena dari remaja dia sudah mencintai dunia jurnalistik.

Dalam menjalankan pemerintahan, terutama di lembaga Kementerian HAM yang dipimpinnya, tentunya tak bisa lepas dari kemitraan dengan wartawan. “Kerja sama dengan jurnalis merupakan hal yang sama-sama memberikan keuntungan, seperti simbiosis mutualisme. Ibarat pinang dibelah dua,” tegas Pigai pada acara yang turut dihadiri sejumlah pejabat KemenHAM, termasuk Thomas Harming Suwarta selaku Stafsus MenHAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media.

Untuk menegaskan dalam kehidupannya akrab dengan kalangan jurnalis, Pigai yang dikenal sebagai aktivis HAM mengungkapkan bahwa Thomas yang dipercayanya selaku stafsus juga berlatar belakang sebagai wartawan. “Pak Thomas ini merupakan wartawan senior dari Media Indonesia. Saya sudah kenal lama dan saya percayakan jadi Stafsus,” ungkap Pigai sambil menyebutkan masih ada lagi jurnalis lainnya yang juga menjabat di lingkungan KemenHAM.

Selama 18 bulan menjadi Menteri HAM, Pigai selalu akrab dengan wartawan untuk menyampaikan berbagai informasi tentang HAM. Putra Papua ini juga pernah melakukan pertemuan besar dengan kalangan pimpinan media untuk bersilaturahmi sekaligus sama-sama memperjuangkan tentang isu HAM. Pigai juga berinisiatif menyelenggarakan pembekalan kepada wartawan untuk memperkaya pemahaman soal HAM. Pembekalan selama tiga hari yang disampaikan sejumlah pakar HAM maupun jurnalistik diharapkan bermanfaat bagi para peserta.

“Saya bukan janji. Tapi seandainya Kemen HAM ada anggaran untuk media, maka saya pastikan dana tersebut bisa digunakan untuk kerja sama dengan media secara profesional. Kerja sama tersebut akan terbuka bagi media yang mendukung maupun mengkritisi kinerja KemenHAM,” tegas Pigai.

Kegiatan Kelas Jurnalis HAM dengan tema ‘Media Pers Pilar Penting Pembangunan Peradaban HAM di Indonesia’ menghadirkan sejumlah narasumber, baik dari kalangan pakar HAM maupun jurnalis senior. Dari hari pertama sampai ketiga, para peserta mendapat kelas dari narasumber antara lain mantan Presiden HAM PBB Prof DR Makarim Wibisono, mantan Dirjen KemenHAM Prof Dr Hafid Abbas, Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut, dan lainnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *