JAKARTA – Olahraga bola tangan Provinsi Daerah Khusus Jakarta dapat suntikan semangat baru dengan terpilihnya Josua Franklin Oktanatama Siahaan sebagai ketua umum Pengurus Provinsi (Pengkot) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Provinsi Jakarta.
Dalam Musprov yang berlangsung di Aula KONI Provinsi Jakarta, Sabtu (25/4/2026), Josua Franklin terpilih secara aklamasi menyusul mundurnya satu calon pesaing Kol. Laut (T) Ugik Cahyono dari pencalonan.
Musprov ABTI Provinsi Jakarta berlangsung alot lantaran adanya perdebatan yang cukup sengit sebelum pemungutan suara. Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 tersebut akhirnya ditutup pada pukul 21.00 WIB.
Perdebatan panjang antara pendukung Ugik Cahyono dari Pengkot ABTI Jakarta Selatan dan Pengkot Jakarta Utara melawan kubu Josua akhirnya mencair setelah terjadinya musyawarah antara ketua belah pihak.
Lantaran adanya kesepakatan untuk memajukan bersama bola tangan Provinsi Jakarta ke depan, maka Ugik akhirnya legowo menarik diri dari pencalonan sehingga pemihan ketua tidak perlu lagi dengan voting.
Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar yang mengawal musprov ini sejak acara dimulai hingga berakhirnya pemilihan cukup puas dengan hasil yang dicapai. Meski kelihatan lelah mengikuti acara musprov, ia tetap setia menunggu sampai akhir.
Sebelumnya dalam sambutan saat pembukaan, Zulfydar mendorong seluruh pengurus provinsi untuk fokus membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Ia menilai, organisasi yang solid menjadi fondasi utama dalam melahirkan atlet berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
“Melalui roda organisasi yang kuat, pembinaan prestasi atlet akan meningkat. Dampaknya, persaingan di Kejurnas maupun PON semakin berkualitas dan mampu menghasilkan atlet yang siap masuk pelatnas,” ujar Zulfydar, dalam keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (26/4/2026).
Zulfydar menilai, Provinsi Jakarta memiliki peran strategis sebagai barometer perkembangan bola tangan nasional. Karena itu, kepemimpinan baru Pengprov ABTI Jakarta diharapkan mampu menjaga tradisi prestasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet ke level lebih tinggi.
Ia juga mengapresiasi kinerja Syaiful Bachri atau Achoy yang sukses membawa tim bola tangan Provinsi Jakarta meraih juara umum pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Selain itu kontribusi Jakarta juga terlihat di level internasional, saat Timnas Indonesia meraih peringkat ketiga SEA Games 2025 Tailan dengan mayoritas atlet dan pelatih berasal dari Jakarta.
Kini di bawah kepemimpinan Josua, Zulfydar berharap ABTI Jakarta tetap menjalankan konsistensinya mencetak atlet-atlet berprestasi, bukan hanya pada level PON, melainkan sampai pada tingkat regional dan internasional.
Menurut Zulfydar, konsistensi latihan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ajang tersebut. Bukan hanya Jakarta, tapi seluruh atlet di Indonesia terus meningkatkan kesiapan melalui latihan yang disiplin dan terarah.
“Semua atlet harus terus berlatih menghadapi event berjenjang mulai dari porkot, porprov, kejurnas hingga event internasional. Konsistensi adalah faktor penentu prestasi,” ujarnya. (*/bu)







Komentar