oleh

Tingkatkan Pasokan Hasil Ternak di Jakarta, Pemprov DKI Jalin Kerjasama dengan Blitar

JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan suplai hasil ternak di Ibukota, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerjasama dengan Kota Blitar selaku produsen daging ternak, telur ayam, ikan, dan lainnya. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Gubernur Pramono Anung mewakili sejumlah BUMD bidang pangan bersama Walikota Blitar Syauqul Muhibbin.

“Saya yakin kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak yang mana Jakarta mendapat banyak pasokan komoditi peternakan, sebaliknya para peternak dan petani Kota Blitar juga lancar dalam jualan produknya,” kata Pramono usai melakukan penandatanganan MoU di Balaikota Jakarta, Jumat (15/8).

Pramono menyatakan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja kedua pemerintah daerah. “Saya bersyukur kesepakatan tersebut dapat direalisasikan, mengingat salah satu kekuatan Blitar ada pada sektor peternakan,” kata Pramono.

Dia berharap kerja sama ini dapat membawa kebaikan bagi kedua daerah. “Saya selalu sampaikan kepada BUMD bahwa jangan sampai kerja sama hanya menguntungkan satu pihak saja, misalnya Jakarta saja yang diuntungkan. Kedua daerah harus memperoleh manfaat dan keuntungan dari kerja sama ini,” ujar Pramono.

Ia juga mengapresiasi Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) selaku BUMD DKI Jakarta di bidang pangan yang telah menjalin kemitraan dengan PT Karminah Sejahtera Abadi dan CV Karya Bhakti Sejahtera Farm dari Blitar. Bentuk kerja sama meliputi penguatan pemasaran dan perdagangan produk daerah, penyediaan komoditas daging di Jakarta, hingga pengembangan bisnis telur ayam yang menjadi komoditas unggulan Kota Blitar.

Walikota Blitar Syauqul Muhibbin menuturkan, bahwa daerahnya sebagai penghasil produk peternakan, pertanian, dan perikanan menginginkan adanya perputaran perekonomian yang melibatkan Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap dukungan Pemprov DKI dapat mendorong peningkatan perekonomian Kota Blitar melalui penyediaan berbagai kebutuhan untuk menghasilkan produk pangan berkualitas.

“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan antardaerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blitar, serta memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta,” harap Syauqul. Sebagai pusat perdagangan dan distribusi, Jakarta membutuhkan pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan. Kota Blitar memiliki kapasitas produksi komoditas pangan yang tinggi, antara lain usaha ayam petelur dengan produksi 23 ton telur per hari serta unggas pedaging yang mencapai 125 ton per panen. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *