JAKARTA – Aliansi Badan Eskekutif Mahasiswa Dewan Keadilan Jakarta (BEM DKJ) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Massa tersebut mendesak aparat menertibkan kegiatan penambangan ilegal yang dilakukan PT WKM di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
Hal ini disampaikan Koordinator Lapangan unjuk rasa BEM DKJ Dwi Apriyanto usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian ESDM. “Berdasarkan fakta dan temuan lapangan, Aliansi DKJ menemukan berbagai persoalan yang dilakukan perusahaan tersebut dalam melaksanakan Usaha Pertambangan,” kata Dwi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (5/8).
Menurutnya, penambangan tersebut apabila dibiarkan dapat menyebabkan berbagai konflik yang berdampak bagi masyarakat terutama yang berada di sekitar lokasi penambangan. “Aliansi BEM DKJ juga meminta agar aparat terkait memeriksa legalitas dokumen perizinan penambangan di Malut,” tandasnya. Massa demonstran turut membentangkan spanduk dan umbul-umbul untuk menyampaikan tuntutannya.
“Kami menuntut kepada aparat penegak hukum khususnya Polri, Kejaksaan, dan Kementerian ESDM segera melakukan penyelidikan dan penyidikan mendalam terhadap aktivitas PT WKM,” kata Dwi sambil melanjutkan, pihak berwenang juga harus membekukan seluruh aktivitas operasional sampai status hukum dan izin dinyatakan jelas serta sah.
Dwi menegaskan, pihak berwenang juga harus menindak tegas pihak-pihak yang terlibat, termasuk oknum pejabat atau aparat yang diduga melindungi aktivitas tambang ilegal. “Mereka diduga beroperasi tanpa izin sah dan merusak lingkungan serta meresahkan warga,” tandas Dwi. Tak lama kemudian massa membubarkan diri setelah mengancam akan kembali berdemo dengan jumlah massa yang lebih besar, jika tuntutan diabaikan. (jo)







Komentar