JAKARTA – Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) di bawah pimpinan Ketua Umum Marsda TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo MM. M.D.S, secara “marathon” menggencarkan Penataran Wasit dan menggelar kerjuaraan ke daerah-daerah yang jadi rangkaian Road to PON XXII/2028 NTT-NTB.
“Kita melaksanakan kegiatan Penataran Wasit tingkat nasional dibarengi kejuaraan ke sejumlah daerah agar modern pentathlon semakin luas dikenal masyarakat. Juga sebagai langkah memotivasi daerah untuk membina atlet dan mempersiapkan wasit handal yang nanti bisa ikut serta di Pekan Olaharaga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB. Modern pentathlon jadi salah satu cabang yang akan dipertandingkan memperebutkan medali di PON NTT-NTB,” kata Marsda TNI Purwoko, Jumat (18/7/2025), di Jakarta.
Kegiatan “marathon” Penataran Wasit dan kejuaraan-kejuaraan di daerah ini diorkestrai oleh Sekjen PP MPI Marsda TNI Ridwan Gultom S.I.P, M.Si, CHRMP.
Kegiatan diawali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada 25 Juni 2025 lalu. Berikutnya modern pentathlon menyapa Banten, Pekan Olahraga TNI AU Jakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Bali dan terbaru di Kalimantan Timur pada 15 Juli 2025.
“Alhamdulillah rangkaian kegiatan modern pentathlon Road to PON XXII/2028 berlangsung lancar dan aman,” ucap Purwoko yang juga menjabat Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) ini. ” Animo besar diperlihatkan para peserta dari laporan yang saya terima. Semoga modern pentathlon semakin dikenal, digemari dan dicintai oleh masyarakat luas di Tanah Air,” lanjutnya.
Rangkaian Penataran Wasit dan kejuaraan-kejuaraan di daerah-daerah ini langsung diterjunkan instruktur dari PP MPI. Nama-nama instruktur pusat yang terlibat diantaranya: Kolonel Lek Buamin, Letda Lek Suldiharto, Silvia Kristina, Glenn Clifton Apfel, Muhammad Rijafi, Yuliani Karaseran dan Moh Fathur Rahman. Mereka berbagi tugas secara estafet memimpin ke daerah-daerah untuk memberikan atau membagi ilmu modern pentathlon, baik kepada peserta Penataran Wasit dan peserta kejuaraan-kejuaraan.
“Tak kalah penting dari kejuaraan -kejuaraan yang diselenggarakan, kita pantau dan cermati atlet-atlet berbakat untuk selanjutnya dibina dengan lebih terarah agar menjadi atlet andalan di tim nasional,” jelas Purwoko. (dk/fs)







Komentar