oleh

Anggota DPRD Depok Fraksi PKS: Pengkririk Program KDS Jangan Asbun

DEPOK – Kritikan dan protes relawan serta lainnya melalui media sosial terhadap pesaing dalam Pilkada Depok tahun 2024 menjadi trend, dalam memilih calon wali kota dan wakil wali kota untuk lima tahun ke depan.

“Hasil program selama 20 tahun pembangunan di Kota Depok selama ini tentunya sudah dirasakan dan dilihat seluruh masyarakat Depok yang kini diperkirakan mencapai 2,6 juta orang belum termasuk yang lainnya,” kata Ade Firmansyah, anggota Komisi D DPRD Depok Fraksi PKS, Kamis (17/10).

Program yang sangat menyentuh masyarakat dalam kepemimpinan Wali Kota Mohammad Idris selama sepuluh tahun ini apalagi terkait program Kartu Depok Sejahtera (KDS), sudah sesuai aturan berlaku dan dengan data kemiskinan atau DTKS, sehingga pengritik atau keberatan tidak hanya asal bunyi atau asbun namun melalui data yang valid.

Menurut Ade, semua data yang terkait KDS dari dinas sosial karena memiliki data prioritas yang valid dan melalui survai secara langsung, tentunya harus diukur dengan parameter kemiskinan di lapangan.

Program KDS harus adil berbasis wilayah. Karena sasaran program itu menyasar kepada masyarakat rentan, kemiskinan yang tersebar di seluruh wilayah di mana kondisi kemiskinan pasti berbeda, karena memiliki manfaat yang dirasakan masyarakat tidak mampu atau miskin yang telah menerima KDS.

Ditegaskan Ade, ada tujuh  manfaat KDS bagi warga Kota Depok, diantaranya bantuan jaminan kesehatan (KIS PBI), beasiswa SD-SMP-SMA dan kuliah (Bidik Manis), renovasi RTLH, bantuan pangan kota, bantuan lanjut usia dan disabilitas berdaya, santunan kematian, pelatihan dan keterampilan kerja.

Menurutnya penyaluran bantuan sudah divalidasi dan diverifikasi sesuai perwal nomer 31 tahun 2022 tentang parameter penetapan penduduk miskin Kota Depok, dimana semua mekanisme tersebut dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, katanya

“KDS ini program tepat sasaran dan sangat bermanfaat dengan bukti adanya penurunan tingkat kemiskinan Kota Depok selama empat tahun berturut-turut. Data tahun 2021-2,58%, tahun 2022-2,53%, tahun 2023-2,38% dan tahun 2024 ini kembali turun di 2,34%,” ujarnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *