oleh

Pedestrian di Jalan Karang Anyar dan Dekat RSUD Tarakan Semrawut karena Jadi Lahan Parkir Liar

JAKARTA – Kawasan Jalan Karang Anyar Raya, Sawah Besar menyempit, lantaran dijadikan lahan parkir liar. Tiap hari terlihat deretan mobil dan sepeda motor diparkir di bahu maupun badan jalan sehingga menyumbat arus lalulintas.

Meski sering dikeluhkanwarga, namun  tidak ada petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat yang melakukan imbauan maupun penindakan terhadap penyalahgunaan bahu jalan yang berubah fungsi menjadi lapak parkir di sepanjang kawasan ini.

“Ampun dah kalau lewat jalan ini banyak mobil yang parkir di bahu jalan akibatnya arus lalu lintas macet karena jalan di sini menyempit. Pada kemana sih petugas Sudinhub Jakpus,” keluh Pandi (49) pengendara bermotor, Rabu (2/10/2024).

Selain itu, Fasilitas Umum (Fasum) seperti trotoar atau pedestrian dan bahu jalan di depan RSUD Tarakan juga berubah fungsi jadi lapak parkir di wilayah Kecamatan Gambir. Tak pelak, banyak pejalan kaki lebih memilih melintas di bahu jalan karena di atas trotoar tertutup lapak parkir motor.

Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Gambir Rohiman membenarkan, banyak keluhan dari warga masyarakat tentang akses ke dalam RS Tarakan sulit dilalui karena adanya lapak PKL dan lapak parkir di kawasan, Jalan Siantar dan Jalan Cideng Barat.

“Keluhannya karena adanya lapak PKL di depan gerbang masuk RS Tarakan dan lapak parkir liar sehingga membuat pejalan kaki dan mobil ambulan tidak nyaman melintas ke dalam RS Tarakan,” ungkap Rohiman berharap ada penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang dilakukan Satpol PP dan petugas Sudinhub demi kenyamanan warga masyarakat.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Pusat, Wildan Anwar ketika dihubungi tentang lapak parkir tersebut belum menanggapi. (van/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *