POSKOTA.CO – Para loper surat kabar media cetak (koran) mulai mengeluh pendapatannya berkurang dari hari ke hari dan semakin memprihatinkan minat masyarakat Subang untuk membeli atau membaca koran sudah semakin hilang digantikan dengan pemberitaan Digital, Kamis (24/2/22).
“Jangankan untuk beli mau baca koran aja sudah jarang sekali, bahkan orang-orang sudah tidak berminat mampir ke lapak-lapak koran, lebih senang lihat berita di HP media online, sudah cepat gratis lagi tanpa membeli,” kata Suhendar Loper Koran di Subang.
Dampak dari era digital sangat memukul para pekerja loper koran yang setiap hari berkeliling mengantarkan koran kepada pelanggan.
“Setiap hari saya cuma bawa 100 eksemplar koran, Bang. Itu juga bermacam-macam bukan satu jenis. Ngak mau bawa lebih takut rugi saya. Koran sekarang halaman dalamnya hitam putih. Tipis lagi, Bang,” ucapnya.
Kini untuk bisa bertahan hidup Suhendar membuka warung setelah mengantarkan koran.
“Kalau ngadelin koran saja,Pak, anak istri saya nanti ngak bisa makan, Bang,” pungkasnya (hrn/bw)







Komentar