oleh

Tanda itu Bagi Manusia yang Pernah ada di Dunia

POSKOTA.CO – Tonggak tonggak berjajar ada yang rapi ada yang berserak. Miring ke kanan ke kiri ada yang tegak lurus. Dalam gundukkan gundukkan yang seakan ditimbun begitu saja. Tiada upacara tiada pengantar duka semua diserahkan petugasnya.
Tonggak tonggak itu menjadi tanda di bawahnya ada manusia yang pernah hidup di dunia. Mereka terpapar dan menjadi korban pandemi covid 19 yg telah merenggut hidupnya. Tonggak itu ada yg berisi nama ada yang polos saja. Manusia seakan pergi dilepas begitu saja. Semua khawatir tertular.

Saat dicovidkan habis sudah harapan penghormatan selesai sudah kontrak waktu di dunia fana. Harapan kembali pada keabadian. Hidup paska kematian ragawi. Jiwa jiwa manusia percaya akan tetap ada di alam baka.

Hantaran jiwa seringkali dihitung dilihat ditata diritualkan dg cara dunia. Tatkala dilabel covid semua harus direlakan. Jiwa hanya diiringi doa dan air mata duka tanpa bisa berbuat apa apa. Situasi menakutkan menghawatirkan. Korban sudah berjatuhan seolah bergiliran menunggu saat yg sudah ditentukan.

Dalam sebuah nisan seorang penyair menukiskan :” di mana kini kau berada aku pernah mengalaminya. Di mana kini ku berada kelak kau akan menyusulnya”. Waktu memang tak akan berulang ia terus saja berlari. Hidup dalam antrian ditandai dslam tonggak tonggak berserakkan.

Hidup tak lama hidup penuh dengan makna suka duka ada di dalamnya. Tatkala hidup ini mjd kesempatan, maka tonggak tonggak tanda hidup dan kehidupan bagi dunia terus ditorehkan. Lagi lagi karya menjadi tanda. Apa saja bisa menjadi pengingat manusia pernah hidup di dunia. Tatkala sudah tiba waktunya ubtuk ditonggaki maka hidup tak lagi sia sia. Manusia manusia di balik tonggakntonggak berserakan tetap mempunyai makna.(Cdl) Terik tengah hari 100721

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *