oleh

Covid Mengganas, Pasien  RSUD Bekasi Sampai Gelar Tikar dan Tenda Darurat

POSKOTA.C0 – Pasien RSUD Kota Bekasi membludak, akibatnya pihak rumah sakit dan BNPB mendirikan tenda darurat di depan rumah sakit lantaran ruang instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang rawat tidak dapat menampung lagi.

Baru dua hari didirikan, tenda darurat RSUD Kota Bekasi kini sudah tidak dapat lagi menampung jumlah pasien yang terus berdatangan. Dari 30 tempat tidur yang disediakan, keseluruhannya sudah terpakai.

Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kusnanto Saidi menjelaskan, tenda darurat didirikan untuk pasien yang baru tiba atau triase sebelum dilakukan tindakan penanganan selanjutnya.

Dikatakan Kusnanto, Triase adalah proses identifikasi pasien untuk menentukan pasien mana saja yang berisiko meninggal, berisiko mengalami kecacatan, atau berisiko memburuk keadaan apabila tidak mendapatkan penanganan medis segera, dan pasien mana yang dapat dengan aman menunggu.

Jumlah pasien yang terus berdatangan, ucap Kusnanto, mengakibatkan tenda darurat yang baru dipasang Rabu malam, pagi harinya sudah dipenuhi dengan pasien baru. “Tigapuluh bed pasien yang kita sediakan sebagai triase langsung penuh terisi,” jelasnya.

Sebelum dilakukan tindakan perawatan, pasien di RSUD ini akan dilakukan pengecekan dengan melakukan te swab antigen, guna mengetahui apakan pasien terdindikasi covid atau tidak.

Jika hasilnya positif COVID-19, pasien dimasukan ke dalam ruangan IGD yang sudah dikhususkan sebagai ruang inap pasien COVID-19.

“Ruang IGD yang ada sekarang kita jadikan sebagai ruang rawat inap Covid-19,” Dirut.

Mengenai pasien yang dirawat di RSUD ini, menurutnyalebih dari 30 persen pasien berasal dari luar Kota Bekasi.

Hal itu dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) pasien. “Dari 368 pasien yang ada, sekitar 65,5 persen ber-KTP Kota Bekasi dan sisanya 34,5 persen ber-KTP non Kota Bekasi,” bebernya. (d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *