oleh

IM Irwanto Ciptakan Kejutan, Pecundangi Pecatur DKI Jakarta GM Novendra di Babak 3 JAPFA Chess Festival ke-15

JAKARTA – IM Irwanto Sadikin (Jawa Barat) membuat kejutan mempecundangi unggulan utama GM Novendra Ptiasmoro (DKI Jakarta) di langkah ke-46 kategori Open pada JAPFA Chess Festival ke-15, Senin (6/10/2025), di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.

“Saya berusaha mempertahankan keunggulan dua benteng, meski Novendra punya bidak promosi. Beruntung saya mampu memanfaatkan keunggulan untuk meraih kemenangan,” kata Irwanto usai pertandingan.

Kemenangan ini mengantarkan Irwanto clean sheet dari tiga babak yang dilakoni dengan tiga poin. Sedang Novendra tidak beranjak mengoleksi dus poin dari tiga babak.

Sementara di kategori Duel Meet: Grand Master (GM) Susanto Megaranto (elo ranting 2476) memperlihatkan kelasnya menyudahi perlawanan pecatur muda Filipina GM Daniel Quizon (2420) di babak pertama catur standart.

Susanto yang selalu tampil menjadi pemimpin tim Indonesia di Olimpiade Catur dan Kejuaraan Dunia, tidak memberikan lawannya berkembang.

“Susanto memang jagi salah satu pecatur yang disegani di kawasan Asean,” kata Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem. ” Ini karena Susanto memiliki jam terbang cukup mumpuni baik di Olimpiade Catur atau pun Kejuaraan Dunia. Hanya memang belakangan Susanto belum setajam seperti dia pada puncak prestasinya,” imbuhnya.

WIM Shafira Tertinggal

Sementara itu pecatur muda putri Indonesia, IM Shafira Devi Harfeza (2149), masih belum berhasil menahan ulet dan matangnya permainan Runner Up Juara Dunia asal Kazakstan IM Amina Kairbekova (2324) pada Duel Meet di bagian putri.

“Saya sebelumnya telah mempelajari tipe main Kairbekova,” aku Shafira. “Namun harus saya akui dia ulet dan matang serta sangat untuk menunggu moment menekan dan menyudahi lawannya,” lanjutnya.

Meski kalah di kesempatan babak pertama, Shafira masih punya peluang di lima babak selanjutnya (satu catur standart, 2 Catur Cepat  dan dua Catur Kilat.)

Kabid Pembinaan dan Prestasi PB Percasi Kristianus Liem menuturkan, jika Duel Meet kali ini menerapkan formasi enam babak terdiri: catur standart (2 babak), catur cepat (2) dsn catur kilat (2).

“Jadi ini menjadi tantangan buat pemain yang terlibat,” ucap Kristianus. “Apakah mereka punya kemampuan komplit di tiga formasi catur ini. Pun demikian bagi yang tertinggal, masih punya harapan terbuka memanfaatkan babak selanjutnya. Duel Meet kali ini cukup menarik dan punya tantang tersendiri kepada masing-masing pemain yang terlibat,” jelasnya. (dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *