oleh

Washliyah Sumut Diminta Investigasi Kasus Mandikan Jenazah Wanita oleh Empat Pria di RSUD Siantar

JAKARTA – Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara diminta untuk melakukan investigasi terhadap kejadian pengurusan jenazah seorang guru wanita Al Washliyah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Belakangan ini sempat ramai tentang proses memandikan jenazah seorang guru wanita oleh empat orang pria di salah satu rumah sakit di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Suami dari almarhumah. (Ist)

Permintaan untuk melakukan investigasi tersebut disampaikan Pengurus Besar Al Washliyah melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Dr. H. Yusnar Yusuf, MS dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Masyhuril Khamis, SH, MM.

Organisasi ini berkepentingan karena almarhumah merupakan staf pengajar di lembaga pendidikan Al Washliyah.

Menurut PB Al Washliyah apa yang dilakukan terhadap jenazah seorang ustadzah di Madrasah Al Washliyah Aman Sari, Serbelawan, Pematang Siantar tidak sesuai dengan Syari’at Islam.

Pihak rumah sakit menurut Al Washliyah telah melanggar ketentuan Islam saat mengurus jenazah seorang wanita.

“Sehubungan permasalahan pengurusan jenazah yang tidak sesuai dengan syari’at Islam yang dilakukan oleh pihak RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 20 September 2020 yang mana pihak rumah sakit telah melanggar ketentuan Islam pada saat mengurus jenazah yang merupakan seorang Ustadzah di MDA Al Washliyah Aman Sari, Serbelawan, maka dengan ini Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah meminta Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara untuk melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut,” bunyi surat PB Al Washliyah yang dikeluarkan pada Senin, 28 September di Jakarta.

Upaya yang dilakukan organisasi yang lahir dan besar di Sumut itu merupakan salah satu pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan umat dalam menjaga marwah warga Al Washliyah.

Perlu diketahui bahwa sempat diberitakan diberbagai media tentang jenazah seorang guru Madrasah Al Washliyah yang dimandikan oleh empat orang pria. Dari empat orang pria tersebut dua orang beragama Islam dan dua orang lagi non Islam. Mengetahui kejadian ini pihak keluarga tidak terima bila bila jenazah yang merupakan wanita diperlakukan seperti itu.

PB Al Washliyah juga akan meminta pihak-pihak terkait untuk betanggung jawab atas kejadian yang sangat memalukan dan memilukan itu. Hal ini bisa juga dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap agama Islam. (rilis/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *