oleh

Salvo Terakhir di Kalibata: Mengantar Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu Menuju Keabadian

​JAKARTA – Langit Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata menjadi saksi bisu bersatunya kembali salah satu putra terbaik bangsa dengan tanah yang ia bela seumur hidupnya. Senin (1/6/2026), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dihantarkan ke peristirahatan terakhir melalui upacara pemakaman militer yang khidmat. Suasana sakral menyelimuti area pemakaman, diiringi dentuman tembakan salvo yang memecah keheningan sebagai simbol penghormatan tertinggi negara.

​Upacara pelepasan ini dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, serta dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI, dan seluruh Kepala Staf Angkatan. Kehadiran para petinggi militer ini bukan sekadar formalitas protokol, melainkan wujud rasa hormat mendalam kepada seorang senior, mentor, dan pejuang sejati.

​​Ryamizard Ryacudu bukan nama asing dalam sejarah pertahanan Indonesia. Jenderal bintang empat yang pernah menakhodai TNI Angkatan Darat sebagai KSAD (2002–2005) ini dikenal sebagai sosok prajurit yang “lurus”, tegas, dan tanpa kompromi jika menyangkut kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​”Almarhum adalah teladan nyata tentang bagaimana bela negara, loyalitas dan cinta tanah air dipraktikkan, bukan sekadar diucapkan,” kenang Kepala Biro Infohan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait di TMP Kalibata.

​Namun di balik seragam loreng dan ketegasannya, Ryamizard adalah sosok yang humanis dan dekat dengan prajuritnya. Ia adalah tipe pemimpin yang membumi, yang selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang dalam di hati keluarga besar TNI dan rakyat Indonesia.

​​Bagi generasi muda TNI, warisan terbesar Almarhum bukan hanya taktik atau strategi militer, melainkan semangat nasionalisme yang membakar dada. Komitmennya yang teguh pada keutuhan NKRI menjadi kompas moral bagi para prajurit yang kini tengah mengawal visi Indonesia Emas 2045.

​Keluarga besar TNI menyampaikan duka cita yang mendalam. Langkah kaki tegap para prajurit yang mengusung peti jenazah Almarhum seolah membawa pesan: tugasmu telah usai, Jenderal. Biar kami yang melanjutkan menjaga negeri ini.

​Dedikasi dan darma baktimu telah tertulis dengan tinta emas dalam sejarah bangsa. Selamat menempuh keabadian. (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *