JAKARTA-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mulai menggunakan teknologi Pulsed-Field Ablation (PFA) dalam mengatasi gangguan irama jantung. Hadirnya teknologi terbaru ini diharapkan risiko komplikasi bisa ditekan dan kualitas pengobatan jantung bisa ditingkatkan.
“Kita mendapatkan kesempatan luar biasa dan istimewa dengan adanya teknologi terbaru untuk mengatasi irama jantung. Selama ini ablasi itu memakai teknik thermal. Dengan pulse beat ablation ini kita tidak lagi pakai suhu, jadi hanya selektif merusak sel-sel jantung yang konselen,” kata Direktur Utama RSCM Supriyanto Dharmoredjo, di RSCM, Jumat (15/08/2025).
Menurut Supriyanto, metode konvensional ablasi yang menggunakan panas atau dingin berisiko merusak sel jantung yang sehat. Sementara dengan teknologi baru ini alat bekerja tanpa suhu ekstrem dan lebih selektif hanya menargetkan sel yang bermasalah.
Teknologi pulse beat ablation sendiri awalnya ditemukan di Amerika Serikat, lalu dikembangkan lebih lanjut oleh China. Kini, kata Supriyanto, RSCM menjadi rumah sakit pertama di luar China yang menerapkannya.
“Kita berharap nanti kualitas pengobatan ini jauh lebih baik. Ini pertama di luar negara China dan berarti di Asia juga pertama, bahkan di dunia,” tambah Supriyanto.
Adanya kesempatan ini menjadi hadiah istimewa menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Diketahui, PFA hadir sebagai teknologi generasi terbaru yang mengandalkan prinsip elektroporasi ireversibel, yaitu menghancurkan sel otot jantung.
Supriyanto menutup pembicaraan dengan menyatakan hadirnya teknologi terbaru ini merupakan persembahan dari RSCM di tanggal 16 Agustus 2025 dan sehari menjelang 17 Agustus 2025. Pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan teknologi ini dengan baik. (fs)







Komentar