oleh

Presiden ACT Ketuk Para Dermawan Ikut Aktif dalam Aksi Kemanusiaan

-Nasional-55 views

POSKOTA.CO – Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengungkapkan keprihatinannya dengan resesi ekonomi nasional yang diakibatkan pandemi Corona virus 2019 (Covid19). Alasannya, pandemi dan resesi itu berujung pada kematian dan kemiskinan.

“Kondisi keterpurukan ini harus dijawab sebagai tantangan dengan semangat kebersamaan untuk bangkit. Dan, ACT menginisiasi gerakan nasional semangat kedermawanan berikhtiar mengatasi ancaman resesi, kelaparan, kemiskinan, sekaligus membangun kemandirian,” kata Presiden ACT Ibnu Khajar kepada wartawan, di Felves Kampus UI Depok, Rabu (30/9/2020).

” Gerakan nasional Bangkit Bangsaku: Habis Gelap Bangkitkan Terang,” katanya, menjadi ajakan ACT kepada masyarakat dermawan.

Dia mengajak kaum dermawan negeri ini untuk lebih fokus pada penyelamatan tiga sektor vital yang sangat terdampak pandemi yaitu: sosial, ekonomi dan kesehatan. Di antaranya program pangan berupa Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Ternak Wakaf, Lumbung Air Wakaf, Lumbung Sedekah Pangan, Operasi Gratis Pangan, Beras, makan, dan Humanity Care Line.

  ACT JADI JEMBATAN

Di tempat sama Ketua Global Islamic Philantropy, Ahyudin, mengungkapkan aksi kemanusiaan ACT mampu menjadi jembatan bagi donatur dengan masyarakat penerima manfaat. “ACT selalu hadir dalam bencana, baik fase darurat (emergency) maupun fase pemulihan (recovery) dengan menggulirkan berbagai program dalam aksi kemanusiaan yang berorientasi amal (charity) dengan memberdayakan sumberdaya lokal (local sources),” ujarnya.

Pengalaman 15 tahun lebih sejak resmi menjadi yayasan pada 21 April, setelah aksi perdana dalam bencana gempa bumi di Liwa, Lampung Barat, pada 1994. Sejak tahun 2012, ACT mentransformasi diri menjadi sebuah lembaga kemanusiaan global, dengan jangkauan aktivitas yang lebih luas.

Pada skala lokal, katanya, ACT mengembangkan jejaring ke semua provinsi baik dalam bentuk jaringan relawan dalam wadah MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) maupun dalam bentuk jaringan kantor cabang ACT. Jangkauan aktivitas program sekarang sudah sampai ke 30 provinsi dan 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pada skala global, ACT mengembangkan jejaring dalam bentuk representatif person sampai menyiapan kantor ACT di luar negeri. Jangkauan aktivitas program global sudah sampai ke 64 Negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *