oleh

Merasa di PKI kan, Pegawai KPK Kecewa Berat

POSKOTA.CO – Faisal, salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberhentikan, mengaku kecewa dengan keputusan pimpinannya. Apalagi, pemecatan terhadapnya yang sudah bekerja selama 15 tahun terkesan buru-buru.

Awalnya, 57 pegawai KPK akan dipecat pada November 2021, namun dipercepat menjadi 30 September 2021 mendatang. Faisal menyebut pemecatannya pada 30 September 2021 serupa dengan tragedi 30 September 1965.

“Kami dimatikan secara terburu-buru dan sadis. Bagaikan kelakuan immoral dan brutal orang-orang Gerakan 30 September 1965,” kata Faisal dalam keterangannya, Minggu (19/9/2021).

Akan diberhentikan pada akhir September 2021, Faisal berpamitan kepada seluruh pihak yang berada di lingkungan KPK. Dia menyebut kemungkinan tak akan pernah memunculkan wajahnya di Gedung KPK.

“Saya mohon pamit. Saya akan berubah status. Tahun-tahun ke depan, saya mungkin akan sirna dari KPK. Walaupun begitu, selama di KPK, saya percaya bahwa sebuah tugas tak mungkin usai tanpa bantuan orang lain. Terima kasih layak terucapkan. Saya layangkan apresiasi kepada rekan-rekan di KPK. Semuanya. Tanpa kecuali. Tulus,” kata dia.

Dia berharap, dengan pemecatannya dan 56 pegawai KPK lainnya akan membangkitkan semangat perjuangan pemberantasan korupsi kepada rekan-rekan lainnya yang telah berstatus menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Jangan takluk di hadapan kuasa. Tetaplah berani berpolemik secara dinamis dan terbuka, meski tempat pijakan kita dengan kekuasaan sudah berjarak jauh,” ujar Faisal.

Faisal menyebut, untuk saat ini wajar untuk sedikit tunduk degan yang memiliki kekuasaan. Namun tunduk bukan berarti menyerah. Layaknya angin, terus berputar. Yang terpenting, dia mengatakan untuk tetap berusaha menjaga integritas.

“Dalam keyakinan saya, dalam waktu yang tak lama ke depan, KPK akan sunyi. Tapi, ingatlah, sunyi adalah bunyi yang sembunyi. Sunyi tidak berarti diam. Dia adalah nada yang ketika waktunya tiba akan terdengar nyaring,” kata Faisal.

“Terima kasih atas segala-galanya selama 15 tahun pengabdian saya di KPK,” dia menandaskan.

Menanggapi kemelut KPK, mantan anggota DPR-RI Fahri Hamzah dalam IG nya yang dikutip Minggu(19/9/21) menyebutkan, Jadi sudahlah, hingar bingar pemberantasan korupsi gegap gempita yang memaksa lembaga penegakan hukum berubah menjadi pelakon Avenger dan karapan sapi sudah selesai. Biarkan penegakan hukum itu sepi, normal, wajar dan di jalan yang lurus tanpa panggung pertunjukan yang wah!

Nanti yang kita bikin seru adalah kejuaraan sepak bola dan pertandingan pencak silat antar perguruan. Di sana kita sorak sorai memuji jago kita masing-masing sampai menendang layar TV juga gapapa saking serunya. Tapi lembaga penegak hukum bukan itu. Mereka punya hukum dan cara.

Kritik kepada KPK dulu karena sibuk membentuk apa yg disebut KAK, Komunitas Anti Korupsi. Mereka difasilitasi menjadi tim hore. Tak ada salahnya tapi itu bisa mengubah KPK dari penegak hukum menjadi idola ala drakor. Itu yg terjadi, uang balik gak seberapa ributnya sedunia!

Saya tidak bermaksud membuat KPK tidak boleh dipuji. Wajar sajalah. Publik kan nonton setiap saat juga. Kritik apalagi, harus terus diawasi apalagi pengawasan parlemen yang kurang efektif. Tapi namanya rakyat, tugas kita banyak, karena kitalah yang menciptakan pajak/ ongkos mereka!

Jadi sambil cari uang tiap hari buat gaji mereka kita juga berharap mereka balikin uang kita yang dicuri. Udah itu aja. Jangan yang kita suruh balikin uang kebanyak gaya! Fokus aja balikin duit gua, itu aja. Gaya boleh aja tapi jangan lupa yg utama, nanti mahal diongkos! Tekor gua!

Mari kita doakan pak Firli dkk serta seluruh isi lembaga yang sudah berumur jelang 20 tahun sesuai UU 30/2002. Mereka orang-orang yang sama ribuan jumlahnya, anak bangsa yang punya cita-cita mulia. Berlebihan kalau kita anggap ribuan orang gak berguna hanya karena ada yg sudah tiada.

Kita percaya KPK sedang berbenah, dan dari semua mantan ketua-nya (setahu saya) hanya pak Firli Bahuri yang merupakan bekas orang dalam yang tahu seluk beluk lembaganya.(liputan6/IG fahrihamzah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *