JAKARTA – Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang tua mungkin tidak menyadari adanya ancaman tersembunyi pada peralatan dan kemasan makanan dan minuman anak. Ancaman itu adalah Bisphenol A (BPA), zat kimia yang telah lama digunakan untuk membuat plastik keras. Para ahli memperingatkan dampaknya yang berbahaya, terutama bagi kelompok usia paling rentan, bayi dan balita.
BPA dapat ditemukan pada berbagai produk, mulai dari botol susu, wadah makanan, hingga galon air minum yang digunakan ulang. Masalahnya, zat ini dapat terlepas dari kemasan dan masuk ke dalam makanan atau minuman, kemudian terakumulasi di dalam tubuh.
Doktor bidang gizi masyarakat sekaligus Pengurus Perhimpunan Dokter Gizi Medik (PDGMI), Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si., menjelaskan mengapa anak-anak berada dalam risiko yang lebih tinggi. “Balita jauh lebih rentan karena sistem metabolismenya belum sempurna dan mereka berada dalam periode pertumbuhan emas,” jelasnya.
Pada fase ini, organ vital seperti otak dan sistem hormon sedang berkembang pesat. Sehingga, gangguan sekecil apa pun dapat berdampak jangka panjang.
Studi ilmiah telah mengaitkan paparan BPA dengan berbagai masalah kesehatan serius pada anak. Beberapa di antaranya adalah gangguan perkembangan saraf, perubahan perilaku seperti hiperaktivitas, pubertas dini, hingga peningkatan risiko obesitas di kemudian hari.
Kabar baiknya, orang tua dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang efektif. Dr. Lucy menyarankan sikap “berhati-hati tetapi tidak panik berlebihan” dengan menerapkan kebiasaan cerdas dalam memilih produk.
Langkah pertama adalah selalu mencari label “BPA-Free” atau “Bebas BPA” pada setiap produk berkemasan plastik yang akan bersentuhan dengan makanan dan minuman anak. Hindari plastik dengan kode daur ulang #7 atau bertuliskan “PC” (Polikarbonat), karena berisiko tinggi mengandung BPA.
Selain itu, jangan pernah memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave, karena panas dapat mempercepat pelepasan BPA. Jika wadah plastik, seperti galon, sudah terlihat kusam atau tergores, segera ganti dengan yang baru.
Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan sederhana, orang tua dapat secara signifikan mengurangi risiko paparan BPA dan menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk tumbuh kembang optimal buah hati mereka. (mk/fs)







Komentar