JAKARTA – Indonesia tak lama lagi akan memiliki kapal induk untuk dipergunakan dengan tujuan operasi militer perang dan operasi militer selain perang atau misi kemanusiaan. Kepastian itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali usai menghadiri acara Bakti Sosial TNI AL di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (18/10/2025). Bakti sosial diinisiasi alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) ke-42 tahun 1996.
Kasal mengatakan, pembahasan pembelian kapal induk terus dilakukan. Ia berharap TNI AL segera mengakuisisi kapal induk bekas Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi (C-551) itu. “Kapal induk ini masih kita dalami, mudah-mudahan bisa kita segera akuisisi. Nantinya kapal induk ini bermanfaat bagi operasi militer perang maupun operasi militer selain perang,” ujar Ali didampingi sejumlah pimpinan TNI AL, sebagaimana dikutip dari keterangan yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Minggu (19/10/2025).
Ali menjelaskan, selain fungsi tempur, Garibaldi akan dioptimalkan untuk misi kemanusiaan dan distribusi bantuan ke wilayah pulau-pulau terluar. “Dalam keadaan damai, kapal induk ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat, terutama di daerah pulau-pulau terpencil terluar terdepan. Nanti juga kita tempatkan sejumlah helikopter yang bisa membantu mendrop bantuan-bantuan logistik,” tambahnya.
Pada Mei 2024, Kasal Laksamana Dr. Muhammad Ali bahkan berkesempatan mengunjungi ITS Giuseppe Garibaldi yang sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari Naval Diplomacy. Kedatangan Ali kala itu disambut langsung oleh Deputy Chief of the Italian Navy, Admiral Giuseppe Berutti Bergotto. Keinginan TNI AL membeli kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Italia ini pun mendapat dukungan dari Kementerian Pertahanan RI.
Di tempat terpisah, Kepala Biro Humas Setjen Kemenhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan, keputusan akuisisi kapal induk Garibaldi menunggu kajian operasional dari TNI AL. “Kami masih menunggu pengkajian dari TNI AL untuk plus minusnya, termasuk juga beberapa faktor lainnya,” kata Frega.
Modifikasi
Laporan Naval News menyebut, kapal induk yang kini bersandar di Taranto itu masih memiliki sisa usia operasional sekitar 15-20 tahun, dan berpeluang dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Sejumlah analis militer menilai Garibaldi dapat dikonversi menjadi kapal induk ringan atau drone carrier, mengikuti tren yang dilakukan Turki lewat TCG Anadolu.
Jika akuisisi Garibaldi terealisasi, Indonesia akan menyusul sejumlah negara Asia yang telah lebih dulu memiliki kapal induk. Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara sejak 1997 dengan kapal induk ringan HTMS Chakri Naruebet.
Di kawasan yang lebih luas, India saat ini mengoperasikan dua kapal induk, INS Vikramaditya dan INS Vikrant, sementara Turki telah memposisikan TCG Anadolu sebagai kapal induk drone pertama di dunia. Korea Selatan pun tengah membangun kapal induk proyek CVX.
Masuknya Garibaldi ke jajaran TNI AL akan menempatkan Indonesia dalam klub maritim strategis tersebut, namun dengan karakter berbeda, yakni fokus pada peran ganda, militer sekaligus kemanusiaan.
Spesifikasi Garibaldi
ITS Garibaldi (C551) diketahui telah memasuki masa purna tugas setelah beroperasi sejak 1985 di Angkatan Laut Italia. Kapal induk ringan berbobot sekitar 13 ribu ton ini memiliki panjang 180 meter dan dirancang untuk membawa hingga belasan helikopter atau pesawat jenis lepas landas pendek seperti Sea Harrier buatan Inggris.
Garibaldi menggunakan empat mesin turbin gas dengan kecepatan maksimum sekitar 30 knot atau 56 kilometer per jam, dengan jarak jelajah sekitar 7.000 mil laut dan mampu diawaki lebih dari 500 personel, ditambah kru penerbang dan marinir jika dibutuhkan untuk operasi amfibi terbatas.
ITS Giuseppe Garibaldi dibangun oleh perusahaan pembuat kapal di Italia bernama Fincantieri. Produsen kapal Fincantieri adalah perusahaan yang juga memproduksi kapal perang KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.
ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia dan difungsikan untuk mengoperasikan pesawat sayap tetap. Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi pertama diluncurkan pada 1983 alias 42 tahun lalu. ITS Giuseppe Garibaldi ini mulai dioperasikan sejak 1985 atau 40 tahun lalu.
Kapal induk ini juga dilengkapi dengan sistem pengacau radar, peluncur oktupel Mk. 29 untuk rudal antipesawat RIM-7 Sea Sparrow dan Selenia Aspide, sistem senjata jarak dekat Oto Melara 40L70 DARDO, tiga tabung torpedo antikapal selam 324 mm, dan rudal permukaan-ke-permukaan Otomat Mk 2. (*/aga)







Komentar