JAKARTA – Fasilitas Umum (Fasum) pedestrian atau trotoar, Jalan Fachrudin, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) kumuh, kotor dan semrawut. Kondisi tidak enak dipandang mata ini lantaran akses pejalan kaki berubah fungsi menjadi lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar yang sudah lama bertengger.
“Mau jalan kaki di sini banyak lapak pedagang gelaran. Padahal, trotoar ini semestinya diperuntukan untuk akses pejalan kaki kenapa fungsi nya saat ini jadi lapak PKL dan parkir liar,” keluh Firman (42) pejalan kaki, Senin (7/10/2024).
Dia juga mempertanyakan kinerja aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) mulai dari Satpol PP dan petugas Perhubungan.
Pantauan dilapangan, kondisi semrawut dan kumuh di kawasan ini hingga merambat ke area sekitar Taman Auri.
“Itu juga area Taman Auri, Jalan Fachrudin jadi tambah kumuh dan semrawut karena dikelilingi lapak gerobak PKL liar. Dan lapak gelaran hingga melebar ke pedestarian Jalan Jati Baru,” keluh Tuti (36) pejalan kaki lainnya.
Sementara itu Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakpus Mila Ananda ketika ditanya tentang area Taman Auri yang kondisinya semrawut tersebut tidak menjawab.
Ironisnya lagi sejumlah, pejabat publik mulai dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Arifin dan Aspem Sigit Wijatmoko dan Wakil Wali Kota Jakpus Chaidir bungkam dan tidak menjawab saat dikonfirmasi tentang kawasan, Jalan Fachrudin dan Jati Baru yang kondisinya semrawut, kumuh, kotor akibat PKL dan parkir liar. (van/fs)







Komentar