oleh

Target Kelar Desember, Pekerjaan Renovasi Objek Wisata Jembatan Cinta Dilindungi BPJS

POSKOTA.CO-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu terus melakukan upaya pembenahan terhadap sejumlah destinasi wisata di wilayahnya. Seperti antara lain melakukan renovasi fisik sepanjang 200 meter Jembatan Cinta di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

Untuk pelaksanaannya, sebanyak 58 pekerja renovasi Jembatan Cinta telah dilindungi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Saat ini progres renovasi Jembatan Cinta sekitar 25 persen dan ditargetkan pertengahan bulan Desember 2022 ini selesai dan telah dimanfaatkan pengunjung wisata saat pergantian tahun.

Kepala Seksi Pencahayaan Kota Unit Kerja Teknis (UKT) 2 Kepulauan Seribu, Wibi Abdi mengatakan, proses dan pelaksanaan kegiatan renovasi jembatan cinta termasuk para pekerjanya telah memenuhi kriteria standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kepala Seksi Pencahayaan Kota Unit Kerja Teknis (UKT) 2 Kepulauan Seribu, Wibi Abdi.

“Mereka telah dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan para pekerja sudah mendapat jaminan dari pihak kontraktor,” ungkap Wibi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kamis (22/09/2022).

Selain dilindungi BPJS, Wibi menambahkan, pekerja juga melakukan antisipasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja. Seperti, jaket, helm, sepatu boat dan lain-lain sesuai aturan yang berlaku.

“Memang kita tekankan keselamatan kerja menjadi hal utama. Sehingga, proses pekerjaannya berjalan dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi meminta  agar masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap proses pekerjaan renovasi Jembatan Cinta yang menggunakan Anggaran Belanja Negara Daerah (APBD) sebesar Rp. 8,4 miliar.

“Renovasi jembatan cinta ini termasuk dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Kepulauan Seribu. Terlebih jembatan cinta merupakan telah lama menjadi destinasi wisata yang ikonic di Kepulauan Seribu khususnya pariwisata permukiman di Pulau Tidung,” katanya.

Junaedi menambahkan, progres pembangunan infrastruktur khususnya yang menunjang sektor kepariwisataan di Kepulauan Seribu menjadi concern utama seperti melakukan rehabilitasi objek-objek wisata yang selama ini telah menjadi modal utama promosi pariwisata bahari di Kepulauan Seribu.

“Bukan hanya melakukan rehabilitasi terhadap objek-objek wisata yang sudah ada, kami juga terus menggagas dan menciptakan objek-objek lainnya, seperti kampung Jepang di Pulau Untung jawa dan kawasan wisata religi di Pulau Panjang,” tambahnya. (furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *