oleh

Setahun Lebih Anak Sekolah Belajar di Rumah, Dejaki: Kadisdik DKI Harus Punya Teroboson Cerdas untuk Gairahkan KBM

POSKOTA.CO – Di masa pandemi Covid-19, hampir setahun lebih pendidikan bagi anak pelajar sekolah beraktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) ditiadakan yang menyebabkan pendidikan untuk anak-anak ini bagaikan mati suri.

Hal tersebut diungkapkan Dewan Kota Jakarta Pusat Dadang Suherman, Selasa (30/3/2021). “Anak pelajar ini sebagai generasi penerus bangsa, kenapa dibiarkan menjadi anak bodoh karena tidak dididik sebagaimana mestinya sebagai calon pemimpin,” ucap Dadang.

Dia menerangkan, sejak ada pandemi Covid-19, tugas belajar di sekolah ditiadakan. Dan anak pelajar dialihkan belajar dari rumah. Namun, kata Dadang, saat ini anak sekolah yang belajar dari rumah lebih cenderung bermain games online ketimbang belajar.

“Seharusnya Kadis Pendidikan (Kadisdik) dan para kasudin di lima wilayah DKI Jakarta cerdas dan punya terobosan ide, gagasan maupun inovasi dalam meningkatkan gairah pendidikan di masa pandemi Covid-19 ini,” jelas Dadang.

Menurut dia, para pejabat jangan hanya menunggu seperti lagu ‘Menunggu’, seraya dinyanyikan syairnya. “Sekian lama aku menunggu untuk belajar bersama,” sindir Dadang saat menyanyikan lagu ‘Menunggu’.

Ia pun siap menjadi penggerak pendidikan belajar mengajar khususnya di wilayah Jakarta Pusat. “Dulu saya memang penggerak BMW yang artinya Baca Menambah Wawasan,” ucapnya.

Dadang mengatakan, banyak orang tua murid yang meminta agar belajar mengajar dapat diadakan kembali untuk menambah ilmu bagi anak-anak pelajar. Aspirasi tersebut diungkapkan kepada saya ketika blusukan di masa pandemi melalui JAM (Jembatan Aspirasi Masyarakat).

“Harusnya DKI Jakarta bisa mencontoh wilayah Bekasi dan Bogor Jawa Barat yang sudah melaksanakan kegiatan belajar tata muka di sekolah,” tandasnya.

Segala sesuatu harus dicoba yang terpenting menetapkan 5M, supaya anak-anak belajar dan bersekolah kembali.

“Dekot Jakarta Pusat telah berjuang kurang lebih selama satu tahun dua bulan lebih dengan berbagai kegiatan wowo-woro dan edukasi di permukiman, dan berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. Semoga saja terlaksana IPA yang artinya ‘Indah Pada Akhirnya’ dan IPS artinya ‘Indah Pada Saatnya’,” harap Dadang yang dikenal dengan sebutan Dejaki, Dekot Jalan Kaki. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *