oleh

Rayakan HUT ke-498 Kota Jakarta, Daya Wanita PAM Jaya Gelar Sunatan Massal Sebanyak 1.293 Anak

JAKARTA – Dalam rangka merayakan HUT ke-498 Kota Jakarta,  PAM Jaya melalui Daya Wanita mengadakan khitanan massal bagi anak-anak Ibukota.  Dari target 1.000 anak ternyata peminatnya membludak menjadi 1.293 anak yang berasal dari lima kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Ketua Daya Wanita PAM Jaya Lia Arief menjelaskan pihaknya menjalankan program CSR dalam bentuk sunatan massal sudah dilakukan sejak tiga tahun ini. “Tahun 2023 pesertanya sekitar 300-an anak, tahun 2024 sebanyak 503 anak. Adapun tahun ini pesertanya membludak menjadi 1.293 anak dari target 1.000 anak. Semoga kami bisa melayani semua peserta yang dilakukan secara bertahap di tiap wilayah,” kata Lia Arief Nasrudin pada kegiatan Khitanan Massal wilayah pertama di RPTRA Mustika Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (16/6).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Daya Wanita PAM Jaya turut dihadiri Ketua TP PKK Jakarta Timur Essy Munjirin dan jajarannya, Yenny Nursanti Ali, istri Asisten Kesra DKJ Ali Maulana Hakim beserta jajaran, serta Sekko Jaktim Eka Darmawan. “Khitanan ini berkolaborasi dengan Rumah Sunat dr Mahdian. Selain mendapatkan layanan sunat gratis, tiap anak mendapat bingkisan dan uang saku Rp 250 ribu,” jelas Lia, istri Dirut PAM Jaya Arief Nasrudin.

Dirut Arief menambahkan bahwa PAM Jaya selalu mendukung program Pemprov Jakarta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Contohnya, melalui perluasan jangkauan layanan air perpipaan demi keadilan sekaligus memberantas kasus stunting di kalangan bayi. Ibu dan anak kurang mengkonsumsi air bersih ternyata bisa memperburuk gizi anak sehingga terjadi kasus stunting,” ujar Arief didampingi Direktur Operasional PAM Jaya Sharul Hasan dan Direktur Teknis Ahmad Santika.

Begitu pula kegiatan khitanan massal, kata Arief, juga dalam rangka mendukung program Pemprov DKJ di bidang kesejahteraan masyarakat dan kesehatan. “Program ini meringankan beban masyarakat terutama keluarga tak mampu yang memiliki anak belum sunat. Kalau mereka melakukan sunat secara mandiri di klinik atau rumah sunat biayanya lebih dari Rp 3 juta. Tapi di sini, anak-anak bisa melakukan sunat gratis, masih dapat tambahan gudibek dan uang saku,” tandas Arief.

Direktur Rumah Sunat dr Mahdian, Achmad Syarif Kurniawan menyatakan pihaknya sudah berpengalaman 19 tahun melayani khitanan. “Kami juga sudah pernah mencatatkan Rekor MURI untuk kategori Sunat 1.200 Anak dalam Waktu 5 Jam,” ujar Achmad sambil menegaskan bahwa sunat yang ditangani tim dokter ini tanpa jahit dan tanpa potong. “Habis sunat, anak boleh jalan-jalan di mall, asal tidak bersenggolan dengan orang lain,” sambungnya.

Seorang ibu dari dua anak peserta Khitanan Massal PAM Jaya, merasa bersyukur bisa ikut program ini. “Kalau mau bayar sendiri, terasa mahal sekali karena untuk satu anak saja Rp 3 jutaan, kalau berdua kan Rp 6 jutaan. Makanya kami ucapkan terimakasih kepada PAM Jaya dan Daya Wanita yang memberikan layanan sunat gratis plus hadiah uang saku. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar istri tukang Ojol yang tinggal di Kramat Jati, Jakarta Timur. (jo)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *