oleh

Pungli Resahkan PKL Pasar Poncol, Wawalkot Jakpus Panggil Kasudin PPKUKM

-Megapolitan-161 views

POSKOTA.CO – Beredarnya pungutan dana swadaya membuat resah para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Loak Poncol, Bungur, Senen, Jakarta Pusat.

Pasalnya, pungutan dana swadaya sebesar Rp5.000 per pedagang yang ditarik per hari oleh kelompok baru yang mengaku dari Himpunan Pedagang Pasar Poncol UMKM JP 37-38 itu, sehingga memicu keresahan dan kegaduhan para pedagang yang berjumlah kurang lebih sekitar 6.000 PKL. Kelompok ini sudah lima hari menarik dana swadaya pedagang Pasar Loak Poncol.

“Aduh mas yang nagih sekarang ini main paksa, mana pagi-pagi baru buka. Jadi takut kami pak,” keluh Dwi, salah pedagang Pasar Poncol, Senin (24/8/2020).

Hal senada juga dikatakan, Uda, salah satu pedagang lainnya, pengurus Pasar Poncol harus bertindak dong.

“Itu kelompok baru kok bisa-bisa nya main serobot aja jadi pengelola pasar. Kayak zaman dulu gayanya seperti premanisme,” tandasnya.

Ditambahkan Uda, kami para pedagang jadi resah dengan kehadiran kelompok baru itu.

Sementara itu, sumber keterangan pihak pengurus Pasar Poncol Loksem PKL JP nomor 37-38, sudah mengimbau melalui surat edaran agar para PKL tidak memberikan dana swadaya ke kelompok tersebut.

“Dana swadaya yang dipungut dari PKL oleh kelompok baru itu sudah dilaporkan ke Kasudin PPKUKM, Camat Senen dan Polsek Senen, tujuannya supaya dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Kami sebagai pengurus berupaya Pasar Poncol keadaannya tetap kondusif bagi para pedagang,” ujar Fakih salah satu pengurus Pasar Poncol.

Hingga saat ini, pengurus Loksem JP 37-38 hanya menjadi penonton, meskipun mereka diakui pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat dan Sudin PPKUKM Jakpus sebagai pengelola Pasar Poncol ikon Jakarta Pusat itu.

Pungutan dana swadaya sebesar Rp5.000 dari kelompok baru yang mengaku Himpunan Pedagang Pasar Poncol UMKM JP 37-38.

Menanggapi pungli yang beredar di Loksem JP Jakarta Pusat, Wakil Wali Kota (Wawalkot) Jakarta Pusat Irwandi akan segera memanggil Asisten Ekbang, Kasudin PPKUKM, Camat Senen terkait tentang pungli di Loksem PKL Pasar Poncol, Jalan Kalibaru Timur Raya, Bungur, Senen, Jakarta Pusat.

“Seharusnya, para PKL harus melaporkan pungli di Loksem itu. Sudah tidak ada lagi koordinator PKL karena sudah ditangani langsung oleh Kasatpel,” ucap Irwandi saat dihubungi POSKOTA.co, melalui telepon.

Ia menyayangkan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta tidak mau tahu atas kejadian ini menandakan bahwa Kasudin PPKUKM Jakpus tidak mampu mengatasi persoalan yang ada di seluruh Loksem JP seperti melakukan pembiaran. Harusnya pungli di Loksem dilakukan penindakan, jangan sampai dibiarkan.

“Kan saya sudah bilang bahwa, Pemkot Jakpus berencana mengevaluasi seluruh Loksem PKL. Kita harus ada keadilan untuk PKL lain, karena Loksem bukan punya nenek moyang PKL seperti turun temurun ke PKL di sana. Banyak PKL yang mau berdagang juga di sana,” tandasnya.

Evaluasi Loksem PKL JP di Jakarta Pusat antara lain, sambung Irwandi, meliputi pengelolaan pasar Loksem apakah masih dibutuhkan, tidak semrawut dan kotor yang mengganggu kenyamanan warga dan lain-lain.

“Kalau pengurus pedagang macam-macam akan kita coret Loksem PKL JP-nya, karena tidak berpihak kepada PKL. Selanjutnya kita kosongkan, setelah tidak lagi menjadi Loksem,” tegasnya.

Lanjut Irwandi menyatakan, tidak boleh ada yang bermain di Loksem dengan istilah yang mendahulukan untuk kepentingan kelompok, apalagi pribadi, seharusnya diutamakan untuk kepentingan pedagang.

Di tempat terpisah, Kasudin PPKUKM Jakpus Richard Bangun Hutagalung saat dikonfirmasi via handphone tentang soal ini, yang bersangkutan tidak menjawab. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *