oleh

Perangi Narkoba, BNNK Bogor Bersama Federalist Buitenzorg Serahkan Petisi pada Bima Arya

POSKOTA.CO – Badan Nasional Narkotika Kabupaten/Kota (BNNK) Bogor bersama Federalist Buitenzorg menyerahkan petisi yang menyatakan perang terhadap narkoba kepada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Paseban Punta, Balai Kota Bogor.

Kasi Berantas BNNK Bogor AKP Dodi Rosjadi didampingi Sekjen Federalist Buitenzorg Bayu Prabowo menyatakan, petisi tersebut digagas BNN Provinsi Jawa Barat.

Petisi ini, kata Dodi, sebelumnya dibawa para goweser keliling Jawa Barat pada akhir Mei 2021 lalu yang merupakan rangkaian kegiatan pra Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), di mana acara HANI akan dilaksanakan pada akhir Juni, tepatnya 26 Juni.

“Salah satu isi petisi adalah bentuk kerja sama seluruh elemen masyarakat dan seluruh pihak terkait bersama-sama memerangi narkoba,” kata AKP Dodi Rosjadi.

Menurut Dodi, saat ini peredaran narkoba sudah sangat maju sekali seiring perkembangan teknologi informasi dan tren, salah satunya melalui media sosial. Namun demikian, BNN mampu mengimbangi dengan mengikuti tren yang ada, sehingga dapat mengetahui peredaran narkoba.

Pihaknya berharap Pemkot Bogor bersama-sama membangun Kelurahan Bersih dari Narkoba (Kelurahan Bersinar). Kenapa kelurahan dipilih, karena elemen masyarakat yang paling kuat untuk menjaga penyebaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Jika dilakukan secara bersama-sama insya Allah Indonesia bersih, Indonesia maju, jangan sampai ancaman ‘lost generation’ terjadi,” kata Dodi yang didampingi 10 orang lainnya.

Sekjen Federalist Buitenzorg Bayu Prabowo menuturkan, dengan keterlibatan dan sinergi Federalist Buitenzorg dengan BNNK Bogor, banyak masyarakat yang awalnya takut menjadi berani bertanya atau berkoordinasi perihal tentang narkoba dibanding jika bertanya langsung kepada aparat berwenang.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berpendapat, dibutuhkan ide dan aksi yang lebih kreatif serta inovatif dalam menghadapi dan menangani persoalan narkoba. Pasalnya, yang dihadapi adalah para mafia yang memanfaatkan anak-anak berandal dan sebagainya.

“Kita harus menjangkau mereka yang berpotensi dan menembus mereka yang terperangkap jeratan narkoba,” kata Bima Arya.

Selain itu, mutlak diperlukan kolaborasi dan sinergi semua pihak dalam menghadapi dan menangani persoalan narkoba, sehingga ikhtiar penanganan narkoba jangan seperti menggarami laut.

Selain itu, kata Bima Arya, kegiatan yang dilaksanakan jangan hanya sebatas seremonial deklarasi.

“Yang paling berat itu pada fase preventif dan preemtifnya. Selama ini saya melihat tantangan yang dihadapi cukup berat, namun demikian bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Ke depan baiknya kita berbagi tugas,” ujarnya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *