oleh

Penyandang Disabilitas Kota Depok Diajak Kembangkan Diri Hadapi Tuntutan Zaman

POSKOTA.CO – Perkembangan teknologi yang semakin maju di era globalisasi ini tentunya harus mampu terus belajar agar tidak ketinggalan zaman khususnya bagi masyarakat penyandang disabilitas dengan terus giat belajar dan meningkatkan ketrampilan yang ada.

“Penambahan ilmu dan mau terus belajar meningkatkan pengetahuan tentunya sangat penting bagi kaum disabilitas khususnya di era teknologi semakin canggih baik belajar komputer, teknik pemasaran maupun lainnya agar dapat bersaing dan meningkatkan kehidupan sehari hari, ” kata Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Depok Asloeah Madjri, usai pembukaan pelatihan dan keterampilan bagi penyandang disabilitas di Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (21/9/2021).

Kegiatan pelatihan dan keterampilan bagi kalangan atau penyandang disabilitas tunarungu maupun tunanetra di Kota Depok selama tiga hari ini mengikuti berbagai pelatihan komputer, belajar marketing maupun teknik pemasaran yang diharapkan mereka nantinya dapat memanfaatkan media sosial yang dilakukan secara daring.

“Semoga dengan kegiatan keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi mereka untuk dapat mandiri menjadi tukang ‘message’ maupun lainnya khususnya bagaimana caranya memasarkan produk menggunakan media sosial melalui handphone ataupun laptop untuk bisa bekerja dari rumah melalui media sosial, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Depok Asloeah Madjri menambahkan, kegiatan pelatihan penyandang disabilitas tunarungu dan tunanetra diikuti 40 orang peserta, dan dibagi dua ruang kelas berbeda mulai 21-23 September 2021.

“Untuk penyandang disabilitas tunanetra, diberikan pelatihan pijat refleksi. Para peserta diajarkan teknik pijat refleksi oleh instruktur yang berpengalaman untuk menjadi tenaga pijat refleksi yang profesional,” katanya.

Ditambahkan, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Depok Nita Ita Hernita, melalui kegiatan pelatihan dan keterampilan bagi penyandang disabilitas ini, para peserta akhirnya mempunyai nilai jual ekonomi. Ilmu yang di dapatkan, kemudian dimanifestasikan sesusi talenta yang dimiliki sehingga bernilai jual untuk kemandirian dan kemerdekaan finansial.

“Intinya disabilitas berdaya mempunyai nilai jual ekonomi, semangat untuk maju, berdaya saing sesuai perkembangan era teknologi informasi dalam mengembangkan talenta untuk maju,” imbuhnya. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *