oleh

Peninggalan Proyek Gagal Monorel, Gubernur Pramono Ingin Bersihkan Tiang-Tiang Beton yang Ganggu Estetika Ibu Kota

JAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Pramono Anung kini dihadapkan dengan permasalahan tiang-tiang monorel yang merupakan proyek gagal di era Gubernur Sutiyoso dan penerusnya. Ratusan tiang baja beton yang berada di sejumlah jalan raya tersebut dinilai merusak keindahan kota dan harus dibersihkan.

Sebagaimana diketahui, pembangunan tiang-tiang tersebut dimulai tahun 2003, rencananya untuk pengadaan angkutan umum berbasis rel. Jalur pertama melingkar sepanjang 14,3 kilometer dimulai dari Casablanca, Hotel Gran Melia, Satria Mandala, Kusuma Chandra, Polda Metro Jaya, Bursa Efek Indonesia, Gelora Bung Karno Senayan, Plaza Senayan, JHCC, gedung MPR/DPR, Taman Ria Senayan, gedung MPR/DPR, Pejompongan, Karet, Sudirman, Setiabudi Utara, Kuningan, Taman Rasuna, kembali ke Casablanca.

Sementara jalur kedua melintang sejauh 12,7 km dimulai dari Kampung Melayu, melewati kawasan Tebet, Menteng Dalam, Stasiun Casablanca, Ambasador, Stasiun Dharmala Sakti, Menara Batavia, Karet, kawasan Slipi, Cideng, dan berakhir di kawasan Roxy. Namun beberapa tahun kemudian proyek itu kandas di tengah jalan.

Gubernur Pramono menyampaikan, Pemprov Jakarta akan menyelesaikan permasalahan tiang-tiang proyek monorel yang saat ini terbengkalai. “Keberadaan tiang-tiang tersebut mengganggu estetika ibukota,” kata Pramono saat meninjau Planetarium & Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/5).

“Bagi Pemprov itu sangat mengganggu. Maka bukan monorel-nya yang dilanjutkan, tetapi tiang-tiang yang tidak berfungsi itu akan diapakan mungkin perlu dibersihkan. Kami akan membahasnya dulu,” ujar Pramono. Proyek monorel terhenti karena ada persoalan hukum antara kontraktor dan pihak-pihak terkait. Meskipun proyek monorel telah digantikan dengan LRT, tiang-tiang bekasnya masih berdiri kokoh di jalanan dan tidak berfungsi hingga kini.

Menurut Pramono, tiang-tiang monorel yang masih berdiri tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. “Kalau teman-teman sekalian lewat di Rasuna Said maupun di Senayan, ada kolom-kolom untuk monorel yang sampai hari ini semuanya gak mau nyentuh untuk diselesaikan. Keberadaannya juga mengganggu lalulintas. Bagi saya pribadi harus diselesaikan,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *