POSKOTA.CO – Risman (50) dan Adhy Sujarwo (43) sudah lama berdagang sembako di Pasar Malabar, Cibodas, Kota Tangerang. Bahkan mereka juga menjalin persahabatan karena kerap berbincang soal dagangan.
Tapi siapa sangka, Selasa (2/11) kemarin, keduanya terlibat cekcok mulut hanya gara-gara saling ejek. Risman juga tega menusuk punggung Adhy dengan pisau.
Seorang pedagang tempe, Yakni Purwanto juga turut menjadi korban saat melerai keduanya bertikai. Kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit.
Usai tusuk-tusuk, Risman kabur ke rumah seorang dukun di kawasan Tenjo, Bogor. Risman diciduk tim buser Polres Metro Tangerang dibantu Polsek Jatiuwung.
“Anggota kami kurang dari 24 jam berhasil menangkap tersangka RM tadi malam di wilayah Tenjo perbatasan Banten dan Bogor,” ungkap Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deojiniu De Fatimah, Rabu (3/11/2021).
Dari hasil pemeriksaan, Risman tega membantai Adhy diduga masalah dendam dan persaingan dagang. Keduanya adalah pedagang sembako di pasar Malabar dan sudah saling mengenal.
“Motifnya diduga dendam. Mungkin juga karena persoalan lama sehingga menyulut amarah pelaku berlebih hingga terjadi pertikaian,” ungkap Deonijiu.
Akibat pertikaian itu korban menderita luka tusuk di bagian paha kiri dan kanan serta punggung hingga akhirnya tersungkur bersimbah darah.
Meski sempat dilarikan ke RSUD Kota Tangerang, lanjut Deonijiu, nyawa Adhy tak dapat diselamatkan. Dia menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (6/10) pagi, dalam perawatan rumah sakit. “Korban lainnya yang sempat melerai masih dirawat dalam kondisi kritis,” tukasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung AKP Suyoto yang ikut serta dalam penangkapan Risman mengungkap motif dibalik pertumpahan darah sesama pedagang di pasar Malabar itu. “Motifnya, pelaku dendam dengan korban karena sering diejek dagangannya tidak laku,” ungkapnya.
Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara. (Imam Tompi)







Komentar