JAKARTA – Julukan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang merupakan pasar terbesar se-Asia Tenggara memang sempat memudar. Namun kini, perekonomian di pasar tekstil tersebut mulai beranjak naik kembali dan menjadi primadona masyarakat yang datang dari luar daerah dan bahkan dari luar negeri.
Pemandangan inilah yang terlihat pada Minggu (04/10/2026) saat ribuan masyarakat mengunjungi pasar tersebut untuk berbelanja. Ramainya masyarakat ini terlihat di pasar Tanah Abang Blok B yang selama ini memang menyediakan berbagai macam jenis busana.
Pedagang baju muslim Nurhayati, 46, mengatakan pengunjung memang masih datang ke Tanah Abang, tetapi tidak seramai beberapa tahun lalu. Namun sejak beberapa bulan belakangan ini pembeli mulai terus berdatangan dan puncaknya terjadi ketika menjelang lebaran.
“Sekarang Alhamdulillah sudah ramai lagi. Setiap hari ada saja yang datang beli, bahkan kalau akhir pekan terlihat ramai. Dan yang penuh banget itu waktu kemarin mau lebaran,” katanya Nur, yang dikutip Senin (05/10/2026).
Dikatakan Nur, kebanyakan mereka yang datang ke pasar ini sengaja dilakukan agar bisa membeli baju dengan memegang bahan bajunya. Dan mereka yang datang itu juga agar bisa memilih model-model baju terbaru yang kini sedang nge-trend. “Biasanya mereka yang datang beli langsung itu merupakan pedagang juga, supaya mereka bisa lihat baju-baju terbaru dan bisa dijual lagi nantinya,” ujar Nur.
Sementara itu, Rizal, 49, pedagang lainnya mengatakan, memang ketika penjualan banyak yang beralih dengan menjual online, pasar Tanah Abang sempat ikut terkena imbasnya. Namun kini penjualan berangsur-angsur membaik dan pedagang bisa kembali bernafas setelah melakukan berbagai cara.
“Soalnya sekarang pedagang yang ada juga ikut jualan online, bahkan sebagian besar ada yang live di tokonya supaya bisa mengikuti perkembangan zaman,” ujar Rizal.
Pasar Tanah Abang Tetap Miliki Keunggulan
Meski demikian, Rizal menyebut Tanah Abang masih memiliki satu keunggulan yang sulit disaingi toko online, yakni pembeli dapat melihat dan menyentuh langsung bahan pakaian. “Kelebihan beli di kita sekarang berarti kan cuma bisa pegang saja bahannya gimana. Kalau model dan ukuran gitu, beli di yang live-live itu sudah jelas,” ujar dia.
Kendati demikian, bagi sebagian pembeli, kelengkapan pilihan barang menjadi alasan Tanah Abang sampai kini masih tetap ramai dikunjungi. “Pilihan baju sih kalau Tanah Abang nggak ada tandingan. Dia komplit, saking komplitnya capek saya keliling,” kata Rina, salah satu pengunjung.
Terkait hal itu, Manager Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Tanah Abang, Rahmat Kartolo mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke pasar terus mengalami peningkatan. Dimana rata-rata setiap harinya ada 15 ribu pengunjung yang datang untuk berbelanja.
“Dari hasil pendataan kami, setiap hari 15 ribu orang datang, bahkan disetiap akhir pekan jumlahnya meningkat yang jumlahnya mencapai hampir 17 ribu orang bahkan pernah menyentuh 20 ribu orang,” ujar Rahmat.
Dijelaskan Rahmat, memang saat ini selain menjual langsung ke pembeli, para pedagang menyiapkan strategi baru dengan berjualan secara online. Karena hampir disebagian besar toko mereka kerap berjualan secara langsung agar bisa juga melayani pembeli yang berbelanja dari rumah.
“Harapannya semua jual beli bisa terus berjalan dan terus mengikuti perkembangan zaman. Kami pun mendukung penuh dengan terobosan para pedagang yang terus aktif dalam mengikuti perkembangan zaman dalam proses jual beli ini,” ungkap Rahmat. (Ifand/fs)







Komentar