oleh

Muswil IV PGM Jabar, Bima Arya: Madrasah Punya Peran Luar Biasa

POSKOTA.CO – Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Jawa Barat (Jabar) digelar di Hotel Onih, Jalan Paledang, Kota Bogor, 3-4 April 2021.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto hadir dalam acara ini. Bima Arya berpandangan bahwa madrasah sesungguhnya adalah aset dan jembatan antara modernitas, kemajuan dan aspek-aspek yang unsurnya lokalitas, keagamaan serta yang lainnya.

“Kita tidak mau anak-anak muda yang maju, baik, rajin dan kreatif meninggalkan bahkan menjauhi agama atau semakin jauh dari agama. Namun saya melihat kecenderungan itu ada, kita ingin semuanya selaras. Jadi dipersatukannya atau dijembataninya tentu di madrasah, antara ilmu umum dan ilmu keagamaan. Kita ingin kebangsaan sejalan dengan keislaman,” kata Bima.

Ia menduga, kecanggihan teknologi komunikasi informasi ternyata tidak nyambung dengan pondasi kultural, perkembangan pendidikan dan tidak masuk dengan metode pendidikan yang ada.

Namun mengakibatkan perpecahan akibat perbedaan di masyarakat. Hal ini muncul karena adanya hal-hal yang tidak sinkron atau tidak nyambung, di antaranya keislaman dengan kebangsaan, modernitas dengan lokalitas, teknologi dengan keseharian.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memberi sambutan saat menghadiri Muswil IV PGM Indonesia jawa Barat.

“Dengan peran yang dimiliki, madrasah itu luar biasa. Dengan catatan, sudah selesai dengan urusan ‘dapurnya’. Persoalan yang hadir tidak melulu kurangnya komitmen, tapi juga tidak adanya informasi. Saya membayangkan, apabila komunikasinya intens dari awal maka kita bisa merencanakan bentuk kontribusinya,” ujarnya.

“Bagaimana pun juga kita perlu fokus agar betul-betul bekerja dengan ikhlas. Pada akhirnya kembali pada keikhlasan dan saat ini keikhlasan kita semua tengah diuji,” katanya.

Kepemimpinan di tengah pandemi Covid-19 ini, kata Wali Kota, merupakan bagian dari ujian kesehatan, keimanan dan kebersamaan. Pemimpin tidak boleh terbang karena pujian dan jangan pernah tumbang karena cacian.

Sementara itu, Ketua DPP PGM Pusat Agus Ridha menuturkan, Muswil PGM adalah agenda penting dan strategis bagi suatu organisasi yang diharapkan lahir gagasan dan ide baru untuk pengembangan madrasah di Jawa Barat.

Selain itu muswil menjadi wadah dan bahan evaluasi terhadap program, tugas dan fungsi program kerja untuk melakukan apa yang akan dilakukan kedepan, di antaranya pemilihan ketua dan pengurus berikutnya agar menjadi penyemangat.

“Harapan saya dinamika yang ada tidak menimbulkan perpecahan organisasi, DPW PGM Jabar adalah barometer nasional. Yang utama siapa pun yang terpilih adalah ketua bersama hasil kesepakatan,” kata Agus.

Hal serupa disampaikan Ketua DPW PGM Indonesia Jawa Barat Heri Purnama. Menurutnya, kegiatan ini adalah momentum penting dan menjadi sarana untuk menyatukan visi, misi dan silaturahmi. Di samping itu juga dalam rangka menentukan langkah strategis agar organisasi tetap kuat, hebat, bermartabat dan memiliki marwah.

Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Yusuf memberikan sambutannya sekaligus membuka Muswil IV PGM Indonesia Jawa Barat 2021.

Dia mengajak semua untuk mendorong dan mengembangkan potensi yang dimiliki para lulusan madrasah hingga mampu menikmati jenjang pendidikan yang lebih tinggi di luar maupun dalam negeri agar mampu bersaing. Salah satunya melalui bantuan beasiswa.

“Insya Allah target kami 500 lulusan madrasah akan melanjutkan pendidikan di Timur Tengah dan 500 di luar Timur Tengah. Pengembangan SDM adalah investasi masa depan,” tegasnya.

Muswil IV PGM Indonesia Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 diikuti peserta dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat dengan tema ‘Menjaga Marwah, Membangun Madrasah’. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *