oleh

Musrenbang 2021, Pembangunan di Kelurahan Bungur Butuh Anggaran Rp19 Miliar

POSKOTA.CO – Pengerjaan saluran air di wilayah Kelurahan Bungur menjadi usulan favorit warga setempat, dikarenakan pada pembahasan usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2021 yang dilaksanakan via Zoom meeting usulan tersebut berada di urutan teratas atau paling terbanyak.

Sekadar diketahui, pembahasan Musrenbang tahun 2021 yang dilaksanakan via Zoom meeting ini, terhitung ada sebanyak 121 usulan meliputi kegiatan fisik 119 usulan di antaranya, pengerjaan saluran air oleh Sumber Daya Air (SDA) dan pengaspalan jalan rusak atau berlubang dikerjakan Bina Marga (BM), serta dua kegiatan nonfisik dengan total anggaran sebesar Rp19 miliar.

“Paling terbanyak nanti itu seperti pengerjaan saluran air dari SDA dan juga pengaspalan jalan rusak atau berlubang Bina Marga. Sisanya, dua kegiatan nonfisik seperti pelatihan-pelatihan. Total anggarannya sebesar Rp19 miliar,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Bungur Ihrsan Prasetiawan saat dihubungi, Jumat (12/2/2021).

Lanjut Ihrsan menambahkan, wilayah Kelurahan Bungur juga merupakan kawasan pusat bisnis percetakan yang dikelilingi permukiman padat penduduk.

“Kelurahan Bungur terdiri dari 129 RT dan 10 RW dengan luas kurang lebih 62,64 hektare yang dihuni sekitar 22.957 jiwa atau 7.019 kepala keluarga. Namun demikian warganya bergotong-royong dan kompak dalam mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Oleh karena itu, usulan ini diharapkan bisa terealisasi,” harap Ihrsan.

Ketua RW 010 Dhoni Wendra di acara pembahasan Musrenbang 2021 Kelurahan Bungur via Zoom meeting.

Sementara itu, Ketua RW 010 Dhoni Wendra menambahkan, pihaknya mengusulkan pengurasan saluran di enam lokasi antara lain, Jalan Kalibaru Timur V RT 001 dan RT 002. Kemudian, Jalan Letjen Suprapto RT 003, lalu Jalan Tanah Tinggi Barat hingga Jalan Kwitang Timur RT 04 dan RT 005. Selanjutnya Jalan Kalibaru Timur III RT 006.

“Pengurasan saluran yang diusulkan warga Bungur ini harus menjadi catatan penting dan prioritas karena saat ini cuaca ekstrem menghantui musim penghujan. Makanya usulannya paling terbanyak. Intinya sih untuk mengatasi banjir atau genangan air,” tegas Dhoni Wendra.

Dhoni juga mewanti-wanti, sebelumnya dilakukan pengurasan yang dikerjain oleh pemborong atau vendor harusnya permisi dan kemudian pamit. Setelah selesai pengerjaan proyek pengurasan saluran itu.

“Ya harusnya ada komunikasi dari pihak Kelurahan Bungur dan pengurus wilayah. Sehingga, jika pengerjaannya belum tuntas alias nggak beres atau masih berantakan seperti pengerjaan pengurasan lumpurnya dimasukkan dalam karung ditumpuk di jalanan diangkutnya terlalu lama menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan dikomplain warga,” tandasnya.

Kejadian seperti di tahun sebelumnya, sambung Dhoni, jangan sampai terulang lagi. “Kami akan mengawal dan mengawasi di lapangan supaya tidak ada komplain dari warga lagi. Kasihan itu kotoran bekas pengurasan lumpur yang membersihkan itu petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Kami akan laporkan ke Pak Gubernur Anies jika terulang lagi,” tegasnya. (van)

 

 44 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *