DEPOK – Kegiatan Pilkada Depok 2024 sudah usai namun masih menyisakan berbagai pertanyaan atas adanya dugaan kecurangan di beberapa tempat saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS, maupun tidak netralnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di tingkat kelurahan dan lainnya hingga menguntungkan pasangan nomor urut 02 Supian Suri-Chandra Rahmansyah (SS-CR), terlihat dalam hitungan sementara tim SS-CR maupun data hitungan cepat lainnya.
“Kecurangan yang paling fatal adanya dugaan hilangnya ribuan suara pasangan Imam Budi Hartono-dr. Ririn Farabi Arafiq, dan diduga menggelembung masuk ke suara duet SS-CR,” kata Sekretaris Keluarga Besar Bang Imam (KBBI) Depok Rudi Setiawan, Minggu (1/12/2024).
Melihat kondisi itu tentunya pasangan calon (paslon) kami dirugikan, dan ini tidak boleh dibiarkan karena telah mencoreng wajah demokrasi di Kota Depok. Bahkan, tim pemenangan pasangan Imam-Ririn juga memiliki data adanya oknum kelurahan yang diduga melakukan penggelembungan suara untuk paslon nomor urut 02.
“Dari data tersebut, diduga masih banyak oknum ASN atau lurah yang ikut bermain politik praktis dengan mendukung salah satu paslon. Kami yakin ini bukan satu-satunya, pasti masih banyak oknum lurah yang bermain politik praktis contohnya Kasi Ekbang Kelurahan Harjamukti inisial MAW,” ujar Rudi.
Dugaan tidak netralnya ASN menguat dan muncul karena beredarnya video di media sosial saat kegiatan kampanye dan debat. “Tidak hanya MAW saja, istri calon wali kota Supian Suri yang juga ASN di penyuluh agama Islam Kemenag Depok secara terang-terangan juga ikut berkampanye tentunya akan dilaporkan juga,” mbuh Rudi, yang siap melaporkan ke BKPSDM dan KASN Depok. (*/anton)







Komentar