oleh

Enam Kali Raih Opini WTP sejak 2019, Prof. Noor Achmad Beri Apresiasi Setinggi-tingginya buat Baznas (BAZIS) Jakarta 

JAKARTA  – Ketua Baznas RI Prof DR Noor Achmad memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Baznas (Bazis) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). Bahkan perolehan opini tertinggi tersebut diperoleh sebanyak enam kali secara berurutan dari tahun 2019.

Atas prestasi luar biasa tersebut, kata Prof Noor, dirinya beserta seluruh pimpinan Baznas RI secara kompak menghadiri acara ‘Public Expose Pemaparan Hasil Audit Keuangan Tahun 2024 Bazis DKJ’ yang bertempat di Coffee and Tea Difabis di Komplek gedung Balaikota Jakarta, Kamis (6/3). “WTP ini menunjukkan pengelolaan dana ZIS dari masyarakat memenuhi standar dan tentunya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat di lembaga resmi,” ujarnya didampingi segenap pimpinan Baznas RI.

“Saya berharap Bazis Jakarta agar terus meningkatkan kerja sama dengan Pemprov DKJ dalam penggalangan dana ZIS, baik dari ASN maupun perusahaan swasta,” kata Prof Noor. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jakarta yang mendukung Bazis dapat meraih target pengumpulan dana ZIS sebesar Rp 500 miliar pada dua tahun ke depan seiring dengan HUT Ke-500 Kota Jakarta.

Kegiatan public expose tersebut dilakukan Ketua Bazis Jakarta DR Achmad H. Abubakar didampingi sejumlah wakilnya yakni Wakil Ketua I KH Nur Alam, Wakil Ketua III DR Rini Suprihartanti, Wakil Ketua IV Nasir Tajang. Acara turut dihadiri Kepala Dinas Sosial DKJ Premi Lasari, Plt Kepala Biro Dikmental Aceng Zaini, Aktivis Disabilitas Angkie Yudistiar, dan lainnya. Adapun Coffee Difabis di Balaikota merupakan binaan ke-8 dari Bazis Jakarta.

Wakil Ketua III Bazis Jakarta Rini menjelaskan perolehan opini WTP pada pengelolaan keuangan tahun 2024 merupakan yang keenam kali sejak tahun 2019. “Keberhasilan ini tidak hanya jadi kebanggaan bagi Bazis Jakarta saja namun kebanggaan kita semua, termasuk muzaki, mustahil, dan teman-teman wartawan,” kata Rini pada acara yang diisi dengan talkshow pemberdayaan kaum disabilitas.

Wakil Ketua IV Nasir Tajang menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat menyalurkan zakat ke Bazis Jakarta dari tahun ke tahun selalu meningkat. Dalam enam tahun terakhir perolehan ZIS selalu meningkat. Contoh tahun 2020 perolehan sebesar Rp 111 miliar namun pada tahun 2024 melonjak menjadi Rp 294 miliar. “Ini kenaikan yang signifikan,” tandasnya.

Angkie Yudistiar selaku narasumber dalam talk show tentang pemberdayaan kaum disabilitas menyampaikan terima kasih kepada Bazis Jakarta yang sangat peduli terhadap kaum difabel. “Kehadiran Coffee and Tea Difabis yang difasilitasi Bazis dan Pemprov Jakarta sangat bermanfaat bagi teman-teman disabilitas,” kata Angkie, mantan Staf Khusus Presiden periode 2019-2024.

Wanita cantik ini ternyata juga penyandang disabilitas tuli namun berkat kemajuan teknologi alat bantu dengar sehingga dia bisa berbicara seperti orang normal dan intelek. Di Jakarta terdapat 60 ribuan difabel yang butuh dukungan dari berbagai pihak untuk mandiri. “Kopi di sini sangat enak. Siapapun yang lagi mampir di Balaikota harus coba aneka kopi di Coffee Difabel,” pungkasnya.  (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *