oleh

Binus School Serpong Terapkan Teknologi AI dalam Pembelajaran di Kelas

TANGERANG SELATAN – Era belajar dengan cara menghafal sudah tidak relevan lagi dengana perkembangan zaman. Karena itu, Binus School Serpong, Tangerang Selatan mempersiapkan siswanya untuk menghadapi tantangan global dengan terus belajar, beradaptasi dan berinovasi. Salah satunya adalah dengan mengadopsi pembelajaran berbasis artificial intelligence (AI) di kelas-kelas.

“Kami Binus School Serpong menyambut perubahan dan memposisikan diri sebagai pemimpin dalam inovasi pendidikan di Indonesia,” kata Direktur Binus School Serpong, Gerald Donovan, pada media gathering yang digelar Jumat (26/10/2024).

Menurutnya kemajuan AI, otomatisasi dan pergeseran jalur karier, mendorong Binus School Serpong tidak hanya mempersiapkan siswa untuk menjawab tantangan ini, tetapi juga untuk masa depan di mana rekan kerja mereka mungkin bukan manusia.

Dengan lebih dari 30 tutor AI yang telah diintegrasikan ke dalam lingkungan belajar, Binus School Serpong lanjut Gerald telah mempelopori pembelajaran yang dipersonalisasi, memungkinkan setiap siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing.

BACA JUGA: Kembangkan Talenta Bidang _Artificial Intelligence_, Ditjen Diktiristek Kerja Sama dengan NVIDIA

“Di kelas-kelas konvensional, pengajaran sering difokuskan pada siswa yang bisa menyebabkan beberapa siswa mengalami kebosanan, sedang yang lainnya kewalahan. AI memungkinkan kami menantang setiap siswa sedikit di atas kemampuan mereka saat ini, sehingga mendorong pertumbuhan dan keterlibatan yang lebih efektif,” ungkap pria yang sudah berkecimpun dalam dunia pendidikan selama lebih dari 24 tahun tersebut.

Gerald menyadari bahwa jalur menuju kesuksesan telah berubah secara drastic dengan munculnya era AI dan otomatisasi. Beberapa profesi tradisional yang dianggap stabil seperti kedokteran, teknik dan bisnis asalah contoh yanag paling mungkin terdampak oleh perkembangan teknologi AI.

“Di Binus School Serpong, kami mempersiapkan siswa untuk masa depan yang tidak pasti dengan mengajarkan mereka berpikir kritis, bekerja sama dan menerima pembelajaran seumur hidup,” lanjutnya.

Luncurkan Program BYOD

Semester ini, Binus School Serpong secara resmi meluncurkan program Bring Your Own Device (BYOD) untuk siswa kelas 4 dan di atasnya, dengan visi jangka Panjang untuk menginntegrasikan teknologi ke setiap ruang kelas. Binus School Serpong berinvestasi besar dalam pelatihan guru dan infrastruktur untuk memastikan transisi yang mulus dan menghasilkan dampak yang lebih optimal.

Meskipun ada pergeseran kea rah AI dan teknologi, Binus School Serpong, lanjut Gerald tetap berpegang pada nilai-nilai SPIRIT yakni Striving for Excellence (berjuang untuk keunggulan), Perseverance (ketekunan), Integrity (integritas), Respect (penghormatan), Innovation (inovasi) dan Teamwork (kerja tim). Ini adalah nilah-nilai Binusian yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

Menurut Gerald, dalam dunia yang serba instan, ketekunan menjadi sangat penting. Karena itu Binus School Serpong terus mengajarkan kepada siswanya bahwa hal-hal yang berharga tidak datang dengan mudah, dan itu adalah pembelajaran yang tidak bisa diajarkan hanya oleh teknologi.

BACA JUGA: BINUS Bussiness School Buka Kesempatan untuk Lanjutkan Pendidikan S2 melalui Program RPL

Dengan semangat untuk terus berkembang, Gerald yakin Binus School Serpong akan berada di garis depan. “Ini adalah revolusi industry ketiga dalam pendidikan, dan Binus School Serpong tidak hanya mempersiapkan siswa untuk ujian sekolah, tetapi juga untuk kehidupan, dengan membekali mereka ketrampilan dan ketahanan yang diperlukan untuk berkembang dalam dunia yang selalui berubah.

Meghan Lee Hidayat, President Student Council Batch 16 (Ketua OSIS) menuturkan bahwa pembelajaran di Binus School Serpong menerapkan cara agar tetap menyenangkan, dan tetap relevan dengan era sekarang.

“Tidak jarang di sekolah kami mendapati pengalaman-pengalaman bau yang seru. Misalnya penggunaan teknologi AI untuk membantu di kelas,” ungkap Meghan.

Meski banyak dibantu oeh teknologi, tetapi nilai-nilai dasar juga tetap ditanamkan kepada siswa. Misalnya saling menghargai, saling menghormati, nilai ketekunan dan memiliki integritas.

Wellbeing Programme

Pada kesempatan yang sama, Gerald menambahkan selain teknologi, kesejahteraan siswaa pada emosional, sosial dan akademik menjadi focus utama dalam Program Kesejahteraan Siswa (Wellbeing Programme) di sekolah. Program ini menyediakan system dukungan bertingkat untuk membantu mengelola masalah perilaku dan menciptakan lingkungan sekolah yang positif, di mana siswa dapat berkembang dalam semua aspek kehidupan.

Salah satu bagian utama dari program ini adalah system manajemen perilaku bertingkat, yang menawarkan berbagai tingkat dukungan sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Hal ini membantu siswa mengembangkan perilaku positif dan ketrampilan hidup seperti manajemen waktu, control emosional, dan komunikasi melalui lokakarya pengelolaan diri sendiri.

Sejalan dengan Kerangka Kerja Kesejahteraan Cambridge Primary, program ini lanjut Gerald juga mengajarkan ketrampilan hidup untuk membantu siswa menghadapi tantangan sehari-hari. Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa tumbuh baik secara akademis maupun pribadi.

“Dengan menggabungkan teknologi dan dukungan kesejahteraan siswa, Binus School Serpong menciptakan lingkungan yang seimbang di mana siswa dapat berkembang baik secara akademis, maupun emosional, memastikan mereka menjelalahi cakrawala baru dan siap menghadapi kesuksesan di masa depan,” tutup Gerald. (in/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *