oleh

4 Orang Tewas Tertimbun Sampah Longsor, Dinas LH DKI Bersama Tim Gabungan Lakukan Evakuasi di TPST Bantargebang

JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta langsung melakukan Operasi Tanggap Darurat di TPST Bantargebang Bekasi menyusul peristiwa gunung sampah longsor pada Minggu (8/3). Dalam insiden tersebut mengakibatkan empat orang tewas, satu luka, dan menimbun tujuh unit truk pengangkut sampah.

Akibat musibah tersebut, kegiatan pengiriman sampah dari wilayah Jakarta terpaksa dihentikan sementara dengan risiko terjadi penumpukan sampah di lingkungan permukiman maupun tempat penampungan sementara (TPS). Penutupan tersebut berlangsung selama kegiatan evakuasi maupun stabilisasi TPST Bantargebang.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan, sejak laporan kejadian diterima, pihaknya langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama lintas instansi. “Tim gabungan meliputi Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang,” kata Asep kepada wartawan, Senin (9/3).

Asep memimpin langsung operasi tanggap darurat di lokasi. “Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa ini. “Berdasarkan data sementara, longsor di TPST Bantargebang menyebabkan empat orang meninggal dunia, yaitu Sumine (60), pemilik warung di sekitar lokasi, Dedi Sutrisno dan Irwan Supriyatin, pengemudi truk sampah, serta Endah Widayanti (25) sebagai pemulung,” jelas Asep.

Selain itu, satu pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan dan telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, kini telah diperbolehkan pulang. “Ada tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin,” ungkap Asep.

Menurutnya, seluruh pegawai PJLP yang meninggal dunia mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemprov DKI, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” jelasnya.

Untuk mendukung operasi tersebut, Dinas LH DKI Jakarta bersama tim gabungan mengerahkan 13 ekskavator, serta menyiagakan dua unit ambulans didukung Pemkot Bekasi yang bekerja secara simultan membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.

Asep mengatakan, langkah stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan di saat yang sama. Ia menyampaikan, penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.

“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali. Untuk sementara, Sudin-sudin dari seluruh wilayah DKI dilarang membuang sampah di sini sampai kondisi benar-benar aman,” ucap Asep.
Sebagaimana diketahui tumpukan sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang saat diprediksi mencapai 55 juta ton yang berbentuk menyerupai gunung-gunung kecil. Pada insiden itu, salah satu puncak tumpukan sampah longsor sehingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *