TANGSEL-Universitas Terbuka (UT) menargetkan jumlah mahasiswa aktif sebanyak satu juta mahasiswa pada 2025. Namun untuk tahun 2024 angkanya ditargetkan masih sekitar 750 ribu atau meningkat sekitar 250 ribu dibanding tahun ini.
“Tercapainya angka 1 juta mahasiswa aktif pada 2025 dengan asumsi tiap tahina da penambahan sekitar 250 ribu mahasiswa. Saat ini mahasiswa UT yang aktif jumlahnya sekitar 525 ribu mahasiswa,” kata Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, dalam UT Media Day, Kamis (07/12/2023).
Menurut Ojat, UT merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang mendapat mandat untuk menggelar perkuliahan jarak jauh. Hal ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat termarjinalkan dan mengalami tiga kendala yakni ekonomi, geografis dan waktu.
Bagi mereka yang memiliki keterbatasa secara ekonomi maka UT dengan biaya yang terjangku. Sementara jika ada kendala geografis, UT bisa masuk ke pelosok Tanah Air. Dan kalau ada masalah waktu, UT ini fleksibel bisa kuliah di mana saja.
UT sendiri tidak dibatasi jumlah mahasiswanya, hal ini untuk mendukung peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Tanah Air. Ojat mengatakan, APK pendidikan tinggi di Indonesia saat ini berada di angka 31 persen.
Angka ini tertinggal jauh dibandingkan dengara tetangga yang sudah mencapai 50 persen seperti di Malaysia dan 40 persen Thailand. “Bahkan di Singapura mencapai 70 persen APK-nya,” kata Ojat.
Untuk itulah dibutuhkan peran dan kolaborasi yang harmonis dengan media massa untuk mempercepat tercapainya APK tersebut. Utamanya di UT, untuk mempercepat capaian target satu juta mahasiswa teregistrasi di 2025.
“Ini menjadi tugas kita bersama. Bagaimana caranya supaya berita UT sampai ke masyarakat. Jangan sampai baru ada yang tahu kalau UT ini PTN,” kata Ojat.
Selain kuantitas UT juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lulusan. Setiap saat UT terus meningkatkan berbagai fasilitas pendukung demi memenuhi berbagai tuntutan agar lulusannya semakin baik. (*/fs)







Komentar