TANGERANG SELATAN-Universitas Terbuka (UT) kembali menjadi pusat inovasi sosial dengan menyelenggarakan Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Gelar Hasil (SENMASTER) 2025 di UTCC. Mengangkat tema “Inovasi Tanpa Batas Menuju Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Kolaboratif,” acara ini menjadi panggung bagi gagasan, praktik, dan pengalaman yang lahir langsung dari pengabdian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“SENMASTER tahun ini bukan sekadar forum akademik; ia adalah laboratorium nyata tempat ide bertemu atas kebutuhan masyarakat, dan kolaborasi menjadi motor perubahan,” kata Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. seusai membuka rangkaian acara secara resmi, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan dimulai dengan laporan oleh Prof. Dr. Rhini Fatmasari, diikuti sambutan Ketua LPPM UT, Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., dan Ketua KPPU, Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, S.T., M.T., IPU yang diwakili oleh Komisioner Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dr. Eugenia Mardanugraha, S.Si, S.E. Sedangkan rangkaian acara resmi dibuka oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menandai dimulainya forum yang kini memasuki tahun keenam.

SENMASTER 2025 juga menghadirkan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, yang dalam hal ini diwakili oleh Hasby Muhammad Zamri selaku Staf Khusus Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. sebagai Keynote Speaker. Dalam sesi yang bersifat umum, Menteri UMKM menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku UMKM, dan komunitas untuk mendorong pemberdayaan masyarakat yang nyata dan berkelanjutan. Kehadiran beliau menjadi penguat arah forum: menjadikan pengabdian masyarakat bukan hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi sebagai kekuatan nyata dalam membangun ekonomi lokal.
MoU antara UT dan KPPU
Disamping diskusi dan presentasi, acara tahun ini juga menandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UT dan KPPU. MoU ini membuka jalur kerja sama strategis dalam pengembangan kapasitas masyarakat, penelitian, dan program pengabdian terkait persaingan usaha dan pemberdayaan ekonomi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi program-program yang lebih terintegrasi dan berdampak luas di masyarakat.
Terdapat juga sesi Gelar Wicara yang mengadirkan narasumber dari berbagai kalangan, baik akademisi, praktisi, dan masyarakat. Adapun narasumbernya ialah Dr. Eugenia Mardanugraha, S.Si., M.E. selaku Angota Komisioner Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, Denny Willy Junaidy, S.Sn., M.T., Ph.D. selaku Asisten Direktur Bidang Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran, Institut Teknologi Bandung, dan Alfonsa Horeng selaku Pelestari Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur dan Penggagas Lepo Lurun.
SENMASTER 2025 diikuti 136 pemakalah dan 90 peserta Gelar Hasil, terdiri dari dosen UT, dosen dari perguruan tinggi lain, mahasiswa penerima Program PkM Kewirausahaan Mahasiswa, dan mitra PkM dari berbagai daerah. Berbagai inovasi ditampilkan, mulai dari teknologi tepat guna, penguatan UMKM lokal, program literasi digital, hingga pengembangan kapasitas komunitas berbasis kearifan lokal. Area Gelar Hasil menjadi pusat interaksi, tempat peserta berdiskusi, berbagi praktik baik, dan menumbuhkan peluang kolaborasi baru.
Sebagai bentuk penghargaan, UT kembali menganugerahkan “Cakra Vidya Award” kepada dosen dan mitra yang berhasil menghadirkan program pengabdian yang inovatif, berdampak nyata, dan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi sivitas akademika dan mitra yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
SENMASTER 2025 menunjukkan bahwa inovasi dan pemberdayaan masyarakat tidak mengenal batas. Dengan ratusan peserta dari berbagai sektor, forum ini memperkuat jejaring kolaboratif yang memungkinkan ide-ide terbaik diterapkan langsung di lapangan. Lebih dari sekadar seminar, SENMASTER adalah ruang di mana perubahan lahir, kolaborasi diperkuat, dan ekosistem pemberdayaan masyarakat tumbuh dengan nyata. (fs)







Komentar