oleh

Ditjen Dikti Kemendikbudristek Hibahkan 10 Mobil PJJ ke Wilayah 3 T  

POSKOTA.CO-Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah mengakibatkan sekitar 124 ribu mahasiswa di wilayah terdepan, terpencil, tertinggal (3T) mengalami kesulitan belajar. Selain terkendala kepemilikan perangkat teknologi seperti gawai dan laptop, mereka juga tidak dapat mengakses internet dari sekitar tempat tinggal mereka.

“Akibat tidak adanya sinyal internet di sekitar tempat tinggal mereka  ratusan ribu mahasiswa kita di daerah 3T hampir dua tahun ini mengalami kesulitan untuk belajar,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Paristiyanti Nurwandani dalam acara Uji Coba Mobil PJJ Kampus Merdeka dan Mobil Vaksinasi di Daerah 3T yang digelar secara virtual, Selasa (21/09/2021).

Menurut Paristiyanti, untuk mengatasi kendala tersebut, Kemendikbudristek  segera mengirimkan mobil PJJ Kampus Merdeka dan Mobil Vaksinasi ke sejumlah wilayah 3T seperti NTT, Maluku Utara, Papua dan daerah perbatasan. Dari 13 mobil yang disiapkan, 10 diantaranya akan diperuntukan bagi perguruan tinggi di luar Pulau Jawa untuk mendukung pembelajaran online. Sedang 3 mobil lainnya dikirim ke perguruan tinggi di Pulau Jawa yang memiliki rumah sakit pendidikan guna membantu mempercepat cakupan vaksinasi.

Hibah mobil PJJ tersebut menjadi bagian dari upaya Ditjen Dikti mengatasi persoalan kendala pembelajaran daring pada perguruan tinggi di wilayah 3T. Sebelumnya, Ditjen Dikti telah mengirimkan bantuan berupa pemasangan BTS dan Vsat guna mengatasi kendala sinyal internet dan ketersediaan kabel fiber optic.

“Untuk Vsat dan BTS kita fokus pada 200 perguruan tinggi yang benar-benar terkendala sinyal internet,” lanjut Paris.

Mobil PJJ Kampus Merdeka ini merupakan hasil kolaborasi Ditjen Dikti Kemendikbudristek serta perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui Kedaireka. Mobil yang dinamakan Spada Dikti tersebut memiliki fungsi antara lain penyediaan sinyal internet, sarana pembelajaran mahasiswa serta layanan vaksinasi.

Ditargetkan ke-13 mobil Spada Dikti tersebut telah dikirim ke universitas penerima. Untuk biaya operasional selama 6 bulan ke depan ditanggung oleh Ditjen Dikti. “Tetapi tentu biaya seperti bensin kami minta partisipasi kampus maupun masyarakat,” tutur Paris.

Ia berharap dengan adanya mobil PJJ Kampus Merdeka tersebut dapat mengatasi kendala-kendala pembelajaran online di sejumlah perguruan tinggi di wilayah 3T. Dengan demikian para mahqasiswa di daerah tersebut tidak lagi mengalami kendala saat menimba ilmu di kampusnya masing-masing. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *