oleh

Tiga Pelaku Penggelapan Mobil Angkot Ditangkap Polisi

POSKOTA.CO-Tiga pelaku penggelapan sebuah mobil angkutan kota (angkot) di wilayah Kota Bogor, ditangkap polisi.

Mereka adalah Arnold, Ujen, dan Zaenudin. Saat ini ketiganya ditahan guna proses kelancaran pemeriksaan.

Sebelumnya, seorang pria bernama Vincent, membawa kabur Pajero milik seorang wanita di Bogor. Modusnya pura-pura mau membeli mobil korban.

Atas dua kasus diatas, polisi menghimbau, agar saat dilakukan transaksi, ada CCTV-nya. Jadi ketika ada hal yang tidak diinginkan, itu ada alat buktinya.

Jika yang melakukan transaksi seorang perempuan, maka harusnya mengajak laki-laki untuk melindungi dirinya sehingga tidak menjadi korban.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan mengatakan, untuk masalah angkot, awalnya salah satu pelaku meminjam angkot korban untuk menggantikannya.

Keuntungan dari hasil operasi mengantarkan penumpang, rencananya akan dibagi dua. Karena salah satu tersangka berkomunikasi dengan pelapor demikian, maka terjadilah pinjam kendaraan tersebut.

Kompol Bismo menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (22/7/2023) sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Pasar Anyar.

Saat angkot dipinjamkan namun hingga malam hari, angkot yang dipinjam pelaku tidak kunjung kembali, mulai muncul kecurigaan.

Sadar menjadi korban penipuan, korban lalu melapor ke kantor polisi. Tindak lanjut laporan, pencarian lalu dilakukan hingga ketiga pelaku ditangkap.

“Para pelaku yang terlibat dalam penggelapan angkot, berhasil kita amankan. Kita amankan barang bukti BPKB dan alat komunikasi yang digunakan oleh para pelaku. Sekarang mereka jalani pemeriksaan. Untuk angkot yang dijual, masih kami cari,”kata Kombes Bismo kepada Poskota. Co Senin 7 Agustus 2023.

Dijerat Pasal 372 KUHP

Polisi menurut orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Bogor ini menegaskan, ketiganya sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.

Sementara untuk kasus Vincent (18) yang merampok mobil Mitsubishi Pajero milik wanita berinisial NO (30) di wilayah Jalan Hutan Cifor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, kasusnya sudah P21.

Modus kasus ini juga sama yakni mulanya Vincent berpura-pura hendak membeli mobil yang dipasarkan oleh korban di marketplace.

“Modus pelaku melakukan tindak pidana ini dengan cara berpura-pura mengaku sebagai pembeli kendaraan milik korban, yang sebelumnya diposting di marketplace OLX,” kata Kombes Bismo.

Masih kata Kombes Bismo, Vincent dan NO membuat janji bertemu pada Selasa (11/7/2023).

Saat itu Vincent berpura-pura mengecek kondisi kendaraan. Pelaku kemudian meminta menguji laju mobilnya tersebut dibawa kabur.

“Namun, ketika di perjalanan, pelaku berpura-pura mencari bengkel untuk servis. Namun, oleh pelaku, korban disasarkan ke Hutan Cifor,” tuturnya.

Bismo menerangkan Vincent lalu mengambil benda diduga senjata api yang sebelumnya sudah disiapkan. Dia lalu menodong korban sambil meminta uang Rp 10 juta.

Namun, ketika itu ada mobil yang melintas dari arah yang berlawanan, sehingga membuat pelaku panik dan langsung menjalankan kendaraan tersebut.

Pada saat itu, korban yang duduk di kursi penumpang langsung lompat dari mobil. Korban lalu melaporkan kejadian perampokan yang baru dialaminya itu ke kepolisian.

“Sampai akhirnya kendaraan tersebut dibawa oleh pelaku dan dijual di daerah Surabaya.

Pajero milik korban NO tersebut dijual oleh Vincent seharga Rp 300 juta. Saat penangkapan, Vincent, yang hendak kabur, akhirnya tak berdaya setelah kakinya ditembus timah panas oleh polisi,”ucap Kombes Bismo.

Selain tersangka, polisi juga melakukan penyitaan terhadap barang bukti pertama mobil Pajero, kartu ATM, BPKB mobil, STNK, kunci mobil, dan alat komunikasi.

Atas perbuatannya, Vincent di jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *