oleh

Pemohon Praperadilan Minta PN Depok Batalkan SP3 Kasus Penggelapan di Polres Depok

DEPOK  – Kasus dugaan penipuan dan pengelapan sejumlah barang berharga berupa dua sepeda trek, satu sepeda Brompton dan satu jam tangan Hublot Biru yang diperkirakan mencapai nilai Rp 1 miliar dan dilaporkan ke Polres Metro Depok ternyata telah dihentikan atau dikeluarkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3).

“Pemohon atas nama Isyam Satrio telah melaporkan pelaku atas nama AB ke Polres Metro Depok 17 Maret 2023 diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan dimana termaktub dalam Pasal 378 dan 372 KUHP,” kata Bayu Saputra, kuasa hukum Isyam Satrio, Rabu (29/5).

Namun kasus itu mendapatkan jawaban dari Polres Depok bahwa tidak cukup bukti untuk dilanjutkan sehingga dikeluarkan  Surat Ketetapan Nomor : SK.Sidik/30/IV/RES.1.11/2024/Reskrim tentang penghentian penyidikan tertanggal 24 April 2024.

Menurut dia, hingga dilakukan persidangan perkara permohonan praperadilan (prapid) Nomor : 2/Pid.Pra/2024/PN Dpk digelar di PN Depok terlapor AB tidak hadir walaupun sudah meminta keterangan sebanyak 13 saksi terkait dugaan penipuan dan pengelapan terhadap kliennya. “Sampai didaftarkan ke Prapid, Terlapor tidak juga menyerahkan kembali kepada kliennya,” tuturnya.

Pernyataan para ahli juga menyebutkan kasus ini murni tindak pidana penggelapan. “Pelapor sempat dua kali tidak hadir, bahkan saran Pak Kapolres Depok untuk RJ telah kami lakukan tetapi tidak terlaksana karena terlapor menolak, kemudian gelar perkara di Polda Metro Jaya juga sudah dilakukan, dimana hasilnya murni terjadi tindak pidana penggelapan,” katanya.

Terkait kasus tersebut terlapor melalui kuasa hukumnya, berharap dan meminta PN Depok menerima prapid yang diajukan kliennya dan membatalkan SP3 Polres Metro Depok serta melanjutkan perkara tersebut.

Ditempat terpisah Humas PN Depok, Ahmad Adib, mengakui bahwa sidang prapid tersebut telah digelar. “Pemohonnya Isyam Satrio melawan Termohon Polres Metro Depok,” tuturnya. (anton/jo)

Teks foto: Humas PN Depok Ahmad Adib.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *