oleh

Masyarakat Aman Beribadah, Usut Pelaku yang Terlibat Bom Bunuh Diri

POSKOTA.CO – Peristiwa peledakan bom di depan Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, (28/3/2021) yang diduga merupakan tindakan bom bunuh diri banyak dikecam masyarakat. Bukan saja tokoh agama, kalangan pengamat hukum pun ikut mengecam tindakan tersebut.

Seperti pemerhati hukum Alexius Tantrajaya, SH,MH, yang mengutuk keras atas peristiwa bom bunuh diri tersebut. Menurutnya agar dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat untuk beribadah berdasarkan keyakinan dan kepercayaannya bisa berlangsung hikmat dan aman, maka diharapkan Polri dibantu TNI dapat mengungkap sampai ke akar- akarnya peristiwa tersebut dan mengusut siapa pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan bom bunuh diri itu.

Alexius melihat dalam peristiwa yang sama di beberapa daerah sebelumnya, modus operandi peledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan gereja Katedral, Sulsel ini dilakukan secara konvensional.

Untuk itu ia merasa yakin pihak Polri yang sudah profesinal dan berpengalaman dalam menangani masalah teroris di negeri ini akan mudah mengungkap siapa saja pelaku, kelompok dan jaringan yang terlibat dalam peristiwa ini.

Pengamat hukum Alexius Tantrajaya, SH,MH.

“Kita yakin, tentunya dengan peralatan canggih dan modern yang dimiliki Polri, masyarakat yakin peristiwa ini mudah untuk mengungkap kelompok dan dalangnya,” ucap advokat ibukota ini  sambil menyebutkan tentunya pengungkapan itu terkait apakah pelaku sengaja meledakan diri atau dirinya yang diledakan. Hal ini penting guna mengetahui keterlibatan jaringan kelompok terorisnya.

Menurut anggota DPC Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) Jakarta Barat ini, bila tidak diusut sampai tuntas dan kelompoknya yang terlibat dihukum maksimal sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, dikuatirkan akan mengganggu stabilitas keamanan.

“Tapi, kita berharap semuanya tidak akan sampai berakibat pada gangguan keamanan. Kita yakin tidak sampai kesana. Semua pasti bisa diungkap dan pemerintah tetap terus membangun negeri ini guna tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia yang menjadi cita-cita pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tambahnya.

Tentunya, agar peristiwa ini tidak terulang dan membuat efek jera, si pelaku maupun kelompoknya harus ditindak tegas. Kapolri harus bersikap tegas tanpa toleransi termasuk juga terhadap suatu kegiatan atau tindakan yang berpotensi untuk membina dan membentuk cikal bakal generasi teroris baru.

Sebab, tambahnya, kini sudah saatnya memberantas bibit-bibit baru yang diduga sedang dibina oleh kelompok teroris.

“Tentunya dengan tidakan tegas tersebut, diharapkan peristiwa bom bunuh diri ini tidak sampai mengganggu stabilitas keutuhan NKRI,” pungkasnya. (bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *